Maizarti, Maizarti
Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI SKIN DI DESA PERENTAK, KECAMATAN PANGKALAN JAMBU, KABUPATEN MERANGIN, PROVINSI JAMBI Maizarti, Maizarti
Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 12, No 1 (2016): Garak Jo Garik
Publisher : Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.258 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian untuk mendeskripsikan tari Skin secara teks dengan makna yang tersirat dari setiap gerakan. Dalam hal ini Tari Skin di desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu, menggunakan data kualitatif, dengan metode deskriptif yang kemudian dianalitis menggunakan teori bentuk. Berdasarkan data lapangan, menyatakan bahwa Tari Skin merupakan salah satu tari tradisional yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Hasil penelitian dan pembahasannya menunjukkan bahwa Tari Skin dilihat dari teksnya merupakan perpaduan antara gerak Minangkabau dan gerakan Melayu, dengan menggunakan properti berupa dua buah pisau. This writing is research result that aims at describing Skin dance textually with implied meanings in every movement. In the research of Skin dance in Perentak village, Pangkalan Jambu sub-district, it’s used qualitative data and descriptive method. The data were then analyzed by using the theory of form. Based on field data, it’s stated that Skin dance is one of traditional dances that lives and develops in the society of Perentak village, Pangkalan Jambu sub-district, Merangin regency, Jambi province. Research result and its discussion show that Skin dance, if it’s viewed from its text, is the fusion of Minangkabau movements and Malay movements by using the property of two knives.  
BENTUK DAN ESTETIKA TARI SAYAK Maizarti, Maizarti; Saputri, Sintia Ariska
Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 13, No 1 (2017): Garak Jo Garik
Publisher : Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.812 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bentuk dan estetika tari Sayak yang hidup di tengah masyarakat Air Batu Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Sebagai kajian kualitatif digunakan   metode deskriptif interpreatif yang kemudian  dianalisis sesuai permasalahan tentang bentuk dan estetika tari Sayak. sebagai kajian seni dan budaya.  Landasan untuk membahas fenomena sosial yang berhubungan dengan bentuk dan estetika tari Sayak, digunakan beberapa pendapat tentang teori Bentuk dan esetika  teori  dan teori lainnya yang relevan sesuai kebutuhan.Berdasarkan hasil yang diperoleh, tari Sayak adalah salah satu tari tradisional yang eksis pada Sanggar Buluh Batuah Sayak Baguno yang di pimpin oleh Mawardi. Secara teks,  tari ini ditarikan oleh dua orang penari laki-laki yang memakai kostum wanita. Propertinya adalah sepasang tempurung sekaligus menjadi musik internal, dan diringi oleh alat musik lainnya seperti: gendang, gitar, giring-giring/krincing dan biola sebagai musik eksternal. Gerak pada tari ini dicirikan dengan pukulan tempurung oleh kedua tangan yang diayunkan ke bawah, ke atas, ke belakang, ke depan, ke samping kiri dan ke samping kanan. Munculnya tari ini merupakan inspirasi dari seniman tradisi yang mengangkat legenda Putri Letup yang hidup di tengah hutan. This paper discusses the form and the aesthetic of Sayak dance that develop in Air Batu societyMerangin District, Jambi Province. As a qualitative study, descriptive interpretive method is used in this paper which is then analyzed according to the problem about the form and the aesthetics of Sayak dance As a qualitative study, descriptive interpretive method is used in this paper which is then analyzed according to the problem about the form and aesthetics of the dance as a study of art and culture. The foundation for discussing this social phenomena that associated with the form and aesthetic of the Sayak dance, using some opinions on form of theory and other relevant theory, theory aestethics as what its needed. Based on the results of the research obtained that the dance is one of the traditional dance that exist in Sanggar Buluh Batuah Sayak Baguno which is led by Mawardi. Textually, this dance is danced by two male dancers who are wearing a womens costumes. The property is a pair of shells and has a function to become an internal music, and its also accompanied by other musical instruments such as: drums, guitars, bells and violin as external music. The motion in this dance is characterized by a shell blow by both hands that are swung downward, upward, backward, forward, to the left and right sides. The emergence of this dance is from the inspiration of a traditional artist who lifted the legend of Putri Letup who live in the middle of the forest