Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BUDAYA POPULER PEKERJA MADURA PERKEBUNAN KOPI GUMITIR KABUPATEN JEMBER TAHUN 1912-1957 Ghaisani, Renzalonica
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i6.11340

Abstract

This study discusses the popular culture that developed in the Madurese working community at the Gumitir Coffee Plantation in the period 1912-1957. The purpose of this study was to determine the cultures that are still preserved and brought by workers who have migrated to the Jember area. The method used in this paper includes four stages, namely heuristics (source collection), verification (source criticism), interpretation (interpretation) and historiography (historical writing). The culture that develops among these workers is the Madurese culture brought about because of the impact of the migration of these workers. The opening of plantations and coffee factories in Jember is an opportunity for people from Madura and Java to find new jobs. The Dutch East Indies government mobilized workers from Madura and Java to meet plantation needs. Based on labor migration data, Madura occupies the highest number so that it becomes the majority of workers in the Jember plantation sector. One of the results is that they still preserve their original cultures into the plantation environment which will later fuse with Javanese cultures. Penelitian ini membahas mengenai budaya populer yang berkembang pada masyrakat kalangan pekerja Madura di Perkebunan Kopi Gumitir yakni pada rentang tahun 1912-1957. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya-budaya yang masih dilestarikan dan dibawa oleh para pekerja yang telah melakukan migrasi ke daerah Jember. Metode yang digunakan dalam penulisan ini meliputi empat tahap yaitu heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Budaya yang berkembang di kalangan pekerja ini merupakan budaya Madura yang dibawa karena dampak dari migrasi para pekerja tersebut. Pembukaan perkebunan dan pabrik kopi di Jember merupakan peluang bagi orang-orang dari Madura dan Jawa untuk mencari tempat pekerjaan baru. Pemerintah Hindia Belanda melakukan pengerahan tenaga kerja dari Madura dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan perkebunan. Berdasarkan data migrasi pekerja, Madura menduduki angka paling tinggi sehingga menjadi pekerja mayoritas di sektor perkebunan Jember. Salah satu hasilnya adalah dengan mereka masih melestarikan budaya-budaya asli mereka ke lingkungan perkebunan yang nantinya melebur dengan budaya-budaya Jawa.