Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stigma Pada Perempuan Generasi Z dalam Penundaan Pernikahan Sekarsari, Fiandini Rista
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.381-388

Abstract

Stigma perempuan Generasi Z dalam penundaan pernikahan sering kali terdengar di kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan pernikahan dianggap sebagai hal yang penting karena sudah kodratnya untuk melahirkan dan melakukan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis beberapa stigma yang muncul pada perempuan Generasi Z dalam penundaan pernikahan mereka. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kemudian teori yang digunakan yakni teori stigma oleh Erving Goffman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stigma yang sering muncul yakni seperti “perawan tua”, dianggap pilih – pilih dan tertalu mengejar duniawi. Padahal jika dilihat secara kenyataannya, perempuan Generasi Z dalam penelitian ini hanya menunda dan bukan menolak namun stigma yang diberikan begitu banyak. Selain itu penundaan pernikahan mereka juga didasarkan pada beberapa faktor seperti ingin mapan dulu, ingin melanjutkan penddikan dan ingin mengurus kedua orang tua terlebih dahulu sebelum nantinya saat menikah sudah ikut suami. Maka perlunya pandangan dan pengertian mengenai beberapa faktor pengaruh penundaan diatas agar hal ini menjadi hal yang wajar di era sekarang ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat pernikahan sudah tidak lagi menjadi prioritas utama tetapi harus mapan dahulu baru menikah.   
Stigma Pada Perempuan Generasi Z dalam Penundaan Pernikahan Sekarsari, Fiandini Rista
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.381-388

Abstract

Stigma perempuan Generasi Z dalam penundaan pernikahan sering kali terdengar di kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan pernikahan dianggap sebagai hal yang penting karena sudah kodratnya untuk melahirkan dan melakukan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis beberapa stigma yang muncul pada perempuan Generasi Z dalam penundaan pernikahan mereka. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kemudian teori yang digunakan yakni teori stigma oleh Erving Goffman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stigma yang sering muncul yakni seperti “perawan tua”, dianggap pilih – pilih dan tertalu mengejar duniawi. Padahal jika dilihat secara kenyataannya, perempuan Generasi Z dalam penelitian ini hanya menunda dan bukan menolak namun stigma yang diberikan begitu banyak. Selain itu penundaan pernikahan mereka juga didasarkan pada beberapa faktor seperti ingin mapan dulu, ingin melanjutkan penddikan dan ingin mengurus kedua orang tua terlebih dahulu sebelum nantinya saat menikah sudah ikut suami. Maka perlunya pandangan dan pengertian mengenai beberapa faktor pengaruh penundaan diatas agar hal ini menjadi hal yang wajar di era sekarang ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat pernikahan sudah tidak lagi menjadi prioritas utama tetapi harus mapan dahulu baru menikah