Penelitian ini mengkaji perbedaan antara pandangan mahasiswa Generasi Z dan harapan pemberi kerja terhadap soft skill yang dibutuhkan di era Industri 4.0, serta sejauh mana mahasiswa merasa siap memasuki dunia kerja. Fokus utamanya adalah bagaimana kedua pihak memaknai pentingnya keterampilan seperti literasi digital, berpikir kritis, kepemimpinan, kreativitas, kecerdasan emosional, dan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan melibatkan 299 mahasiswa dan 30 pemberi kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan pada lima dari enam aspek soft skill. Pemberi kerja menilai aspek literasi digital, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional lebih penting dibanding mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa lebih yakin pada kemampuan kreativitas dan nilai-nilai kemanusiaan yang mereka miliki. Menariknya, kemampuan berpikir kritis dinilai cukup seimbang oleh kedua belah pihak. Dari sisi kesiapan kerja, mayoritas mahasiswa berada dalam kategori “Siap” dan “Sangat Siap”, menunjukkan optimisme mereka menghadapi dunia kerja. Temuan ini menegaskan perlunya perguruan tinggi lebih fokus membekali mahasiswa dengan soft skill yang sesuai kebutuhan industri, agar kesiapan yang mereka rasakan sejalan dengan ekspektasi dunia kerja yang sebenarnya.Kata kunci: soft skill, Generasi Z, kesiapan kerja, Industri 4.0, ekspektasi pemberi kerja