Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh sebanyak 85 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data ini menggunakan uji instrumen data, uji asumsi klasik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana, regresi linier berganda, koefisien korelasi, korelasi determinasi. Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F yang diolah dengan menggunakan software SPSS (Stastistical Product and Service Solutions) versi 26. Hasil analisis menunjukkan: Gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 19,959 + 0,549X1, nilai koefisien korelasi sebesar 0,638 artinya memiliki tingkat hubungan yang kuat dan koefisien determinasi sebesar 40,7% artinya kinerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan sebesar 40,7%. Hal ini dibuktikan dengan uji t diperoleh nilai t hitung > t tabel (7,555 > 1,989) dan diperkuat oleh nilai p value < Sig.0,05 atau signifikansi < 0,05 (0,001 < 0,05). Lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh persamaan regresi linier sederhana Y = 13,601 + 0,683X2, nilai koefisien korelasi sebesar 0.706 artinya memiliki tingkat hubungan yang kuat dan koefisien determinasi sebesar 0,449 artinya kinerja karyawan dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 44,9%. Hal ini dibuktikan dengan uji t diperoleh nilai t hitung > t tabel (9,086 > 1,989) dan diperkuat nilai p value < Sig.0,05 atau nilai signifikasi < 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil penelitian gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh persamaan regresi linier berganda Y = 4.945 + 0.131 X1 + 0.720 X2. nilai koefisien korelasi sebesar 0,722 artinya memiliki tingkat hubungan yang kuat dan koefisien determinasi sebesar 52,1% artinya kinerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja sebesar 52,1% sedangkan sisanya sebesar 47,9% dipengaruhi oleh faktor lain yangtidak diteliti. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung > Ftabel (44,518 > 3,11) dan diperkuat oleh nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Dengan demikian terbukti Ho ditolak dan Ha diterima.