Nadia Zulfana Firdaus
Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Tahun 2022 Nadia Zulfana Firdaus; Sri Susilowati
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v20i2.9902

Abstract

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan kanker payudara. Pengobatan kemoterapi perlu dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya pemborosan, meningkatnya efek samping obat, dan kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan kemoterapi dan mengevaluasi ketepatannya yang meliputi tepat indikasi, tepat pasien, tepat regimen obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang tahun 2022. Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain cross-sectional. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis pasien. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 56 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi dilakukan menggunakan standar Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Payudara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 dan British Columbia Cancer Agency Clinical Pharmacy Guide kemudian data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regimen obat kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah doksetaksel dan doksorubisin (64,3%), obat penunjang yang diberikan seluruhnya adalah kombinasi difenhidramin, ranitidin, ondansetron, dan deksametason (100%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat regimen obat (82,2%), tepat dosis (8,8%), dan tepat rute pemberian obat (100%). Kesimpulannya bahwa penggunaan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Islam Sultan Agung masih terdapat ketidaktepatan terkait regimen dan dosis.