Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kurikulum Pendidikan Islam yang Berorientasi pada Keterampilan Abad 21 (Pemikiran Ibnu Maskawaih) Nurhalimah Nurhalimah
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7308

Abstract

This study aims to explore and analyze the integration of Ibn Maskawih's thoughts in the development of an Islamic education curriculum oriented to 21st century skills. In the context of globalization and rapid technological development, education is expected to not only focus on mastering knowledge, but also on the formation of students' character and social skills. A qualitative approach was used in this study to collect data through in-depth interviews, observations, and documentation studies involving educators, students, and education experts. The results of the study indicate that Ibn Maskawih's thoughts, which emphasize holistic education, are very relevant to be applied in the current Islamic education curriculum. He emphasized the importance of balanced moral, spiritual, and intellectual development, which can create individuals who are not only academically intelligent but also have good character. By integrating ethical and moral values ​​in learning, the Islamic education curriculum can function as a tool to form students who are responsible and able to face complex social challenges. This study identifies the important role of technology in supporting interactive and collaborative learning processes. The use of digital platforms, learning applications, and social media not only increases students' access to information but also encourages their active involvement in the learning process. Thus, technology can be an effective tool in developing 21st century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study also emphasizes the importance of balance between science and religious teachings, where both aspects complement each other in forming a whole individual. With a holistic and integrative approach, Islamic education can produce graduates who are not only competent in academics, but also have strong ethics and are able to contribute positively to society.
Peran Pendidikan Islam Persfektif Pembangunan Ekonomi Nurhalimah Nurhalimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3515

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peningkatan ekonomi keluarga melalui pendidikan khususnya pendidikan Islam yang merupakan salah satu investasi sumber daya manusia dalam bentuk non fisik. Pendidikan Islam dibutuhkan manusia karena cita-cita kebudayaan dan nilai yang merupakan pusaka masyarakat (Sosial Heritage) yang harus dipelihara dan dikembangkan setiap zaman dan memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi yang berdasarkan asumsi bahwa pendidikan akan melahirkan tenaga kerja yang produktif karena memiliki kompetensi, pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Tenaga kerja terdidik dengan kualitas yang memadai merupakan faktor determinan bagi peningkatan kapasitas produksi, sehingga memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam Teori Human Capital mengatakan bahwa seseorang dapat meningkatkan penghasilannya melalui peningkatan pendidikan.
Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Dalam Pendidikan Islam Nurhalimah Nurhalimah; Hasanuddin Hasanuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5946

Abstract

The instillation of moral values ​​is at the heart of Islamic education, emphasizing the development of a holistic human personality characterized by faith, piety, and noble character. In the modern context, Islamic education is not only oriented toward intellectual aspects but also spiritual and moral dimensions. This paper conceptually examines morals in Islam, the urgency of instilling moral values, strategies for developing morals, factors influencing the instillation of moral values, and the challenges of instilling moral values ​​in the modern era. The method used is library research with a descriptive-analytical approach to primary and secondary sources. The results of the study indicate that the formation of noble morals requires integration between formal education, family, and society. Islamic education plays a crucial role in instilling values ​​such as responsibility, honesty, compassion, and trustworthiness through role models, habituation, and a religious humanist approach.
Strategi Pengembangan Keterampilan Kitabah (Bahasa Arab) Akademik Hasanuddin Hasanuddin; Nurhalimah Nurhalimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5949

Abstract

Keterampilan menulis akademik (kitabah) dalam bahasa Arab merupakan kompetensi tertinggi yang harus dikuasai mahasiswa di perguruan tinggi, namun realitas menunjukkan bahwa banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan signifikan dalam menghasilkan tulisan ilmiah berbahasa Arab yang memenuhi standar akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi-strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan kitabah akademik mahasiswa melalui pendekatan komprehensif dan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah meliputi buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta laporan penelitian yang relevan dengan pembelajaran menulis bahasa Arab. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian sistematis, dan penarikan kesimpulan tematik untuk mengidentifikasi pola dan konsep strategi pembelajaran. Hasil penelitian mengidentifikasi enam strategi utama yang terbukti efektif: (1) Strategi berbasis proses (process writing) yang menekankan tahapan sistematis dari brainstorming hingga editing, (2) Pemanfaatan model teks (text-based instruction) menggunakan contoh teks akademik autentik sebagai acuan struktur dan gaya bahasa, (3) Pembelajaran kolaboratif melalui diskusi kelompok dan peer review untuk meningkatkan kualitas tulisan, (4) Integrasi teknologi dengan memanfaatkan aplikasi digital, LMS, dan kecerdasan buatan untuk memperkaya pembelajaran, (5) Penguatan kosakata akademik dan tata bahasa (nahwu-sharf) terapan untuk meningkatkan akurasi linguistik, serta (6) Pengembangan literasi akademik melalui pembacaan jurnal Arab dan teks ilmiah untuk memperluas wawasan retorika. Keenam strategi ini saling melengkapi dan dapat diintegrasikan sesuai konteks, kebutuhan, dan karakteristik mahasiswa.
Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Dalam Pendidikan Islam Nurhalimah Nurhalimah; Hasanuddin Hasanuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5964

Abstract

The instillation of moral values ​​is at the heart of Islamic education, emphasizing the development of a holistic human personality characterized by faith, piety, and noble character. In the modern context, Islamic education is not only oriented toward intellectual aspects but also spiritual and moral dimensions. This paper conceptually examines morals in Islam, the urgency of instilling moral values, strategies for developing morals, factors influencing the instillation of moral values, and the challenges of instilling moral values ​​in the modern era. The method used is library research with a descriptive-analytical approach to primary and secondary sources. The results of the study indicate that the formation of noble morals requires integration between formal education, family, and society. Islamic education plays a crucial role in instilling values ​​such as responsibility, honesty, compassion, and trustworthiness through role models, habituation, and a religious humanist approach.
Implementation of Field Experience Practice Activities in Shaping the Professionalism of Prospective Teachers at Muhammadiyah 14 Siabu Vocational School Uswatun Hasanah; Laila Saqila Putri; Syarifah Syarifah; Yusfi Latifah; Nur Aisyah; Nurhalimah Siregar; Nur Aminah; Siti Aminah; Kasman Kasman
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v5i2.3415

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Field Experience Practice (PPL) activities in developing the professionalism of prospective teachers at SMK Muhammadiyah 14 Siabu. This study used a qualitative approach with a descriptive-reflective design. The subjects were eight students from the English Language Education, Science Education, Islamic Religious Education, and Islamic Education Management study programs who participated in the PPL and acted as reflective researchers. Data were obtained through participant observation, learning tool documentation, reflective journals, and group discussions. Then, they were analyzed qualitatively based on indicators of pedagogical, professional, social, and personality competencies. The results indicate that the implementation of PPL significantly contributed to improving students' abilities to systematically design, implement, and evaluate learning. Furthermore, the PPL activities strengthened mastery of teaching materials, developed communication and collaboration skills, and fostered a sense of responsibility, discipline, and professional ethics as prospective educators. The ongoing reflection process also deepened students' understanding of the meaning of teacher professionalism. Thus, PPL can be viewed as a strategic tool in preparing prospective teachers who are competent, professional, and possess integrity.
Manajemen Pembinaan Akhlak Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Swasta Islamiyah Tamiang Nurhalimah; Kasman; Ali Yusron
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Islamiyah Tamiang yang meliputiperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak dalam pendidikan serta perlunya pengelolaan yang baik di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, guru BK, guru pembina keagamaan, guru Akidah Akhlak, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak di madrasah sudah berjalan dengan baik melalui kegiatan keagamaan seperti mushafahah, shalat berjamaah, kultum, dan tilawah Al-Qur’an. Namun, dalam aspek manajemen seperti perencanaan dan evaluasi masih perlu ditingkatkan agar lebih terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen agar pembinaan akhlak peserta didik dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembinaan akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Islamiyah Tamiang yang meliputiperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak dalam pendidikan serta perlunya pengelolaan yang baik di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, guru BK, guru pembina keagamaan, guru Akidah Akhlak, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak di madrasah sudah berjalan dengan baik melalui kegiatan keagamaan seperti mushafahah, shalat berjamaah, kultum, dan tilawah Al-Qur’an. Namun, dalam aspek manajemen seperti perencanaan dan evaluasi masih perlu ditingkatkan agar lebih terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen agar pembinaan akhlak peserta didik dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Reconstruction of Islamic Religious Education Learning in Strengthening Moderation Education in Madrasas Melda Diana Nasution; Hasanuddin Hasanuddin; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Kawakib Vol 7 No 1 (2026): Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v7i1.439

Abstract

This study aims to analyze the reconstruction of Islamic Religious Education (PAI) learning to strengthen moderation education in madrasas. It examines the concept of moderation-based PAI learning, forms of learning reconstruction, implementation strategies, and their implications for students’ attitudes. The study employed a qualitative approach using a library research method by reviewing relevant literature on Islamic education and religious moderation. The findings reveal that moderation-based PAI learning emphasizes an inclusive, dialogical, and contextual educational paradigm that promotes balance, tolerance, and respect for diversity. Learning reconstruction is carried out through curriculum development, participatory pedagogical approaches, and authentic assessments covering cognitive, affective, and behavioral dimensions. The implementation strategy includes integrating moderation values into learning materials, applying reflective learning methods, and strengthening the teacher’s role as a facilitator of character development. The study concludes that reconstructing PAI learning contributes to fostering tolerant, inclusive, and anti-radical attitudes among students while supporting curriculum improvement, teacher competency development, and a culture of moderation in madrasas.