Nita Rustanti
Politeknik Pajajaran ICB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Media Karuta dalam Pembelajaran Bahasa Jepang: Suatu Tinjauan Pustaka Nita Rustanti
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.318

Abstract

Pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Bahasa Jepang tidak hanya dipelajari di tingkat universitas, tetapi juga telah menjadi mata pelajaran pilihan di berbagai sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai pemanfaatan media karuta dalam pembelajaran bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis enam artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, mencakup penggunaan karuta dalam pembelajaran huruf, kosakata, keterampilan menyimak, serta pengembangan karuta berbasis digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa media karuta secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar dan hasil pembelajaran siswa, meskipun tingkat efektivitasnya bervariasi tergantung pada konteks implementasi dan desain penelitian. Kesimpulan Penelitian ini menemukan bahwa (1) Media karuta memiliki potensi sebagai media pembelajaran bahasa Jepang yang efektif, terutama untuk pembelajaran kosakata ketika dirancang dengan pendekatan multi-modal (huruf, kata, gambar), (2) Efektivitas karuta bervariasi tergantung pada desain karuta, aspek bahasa yang menjadi fokus, durasi penggunaan, dan tingkat kemampuan awal pembelajar, (3) Karuta memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, interaksi sosial, dan kesadaran akan kesulitan pengucapan, yang tidak selalu terukur dalam tes penguasaan konvensional, serta (4) Perkembangan karuta digital membuka peluang pembelajaran mandiri, meskipun perlu mempertimbangkan cara mempertahankan aspek sosial dan kompetitif yang menjadi keunggulan karuta tradisional.