This Author published in this journals
All Journal Jurnal KACA
Ahmad Syatori
STAI Al Fithrah Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interpretasi Sufistik dalam Al-Qur’an: (Telaah Kritis Penafsiran Sufistik Atas Ayat-ayat Al-Qur'an) Ahmad Syatori
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3127

Abstract

Kajian ilmiah ini di dalamnya memuat berbagai ulasan tentang sisi tasawuf dan corak pola pemikiran ijtihad para sufistik dalam memahami isi kandungan makna al-Qur'an secara ishari melalui pendekatan-pendekatan intuitif. Sebagaimana kita ketahui, bahwa tafsir adalah merupakan instrumen alat pengetahuan yang mengkaji dan membahas tentang berbagai maqasid (maksud dan tujuan) yang terkandung dalam al-Qur’an sesuai dengan batasan kemampuan manusia melalui metode penafsiran dengan berbagai disiplin ilmu tafsir. Oleh karena itulah, tafsir adalah salah satu ilmu ushuludin yang paling pokok dan utama serta memiliki kedudukan yang sangat tinggi di antara ilmu-ilmu ushuludin lainnya. Sebab, objek kajian pembahasannya adalah wahyu Allah. Adanya corak penafsiran yang beraneka-ragam adalah sebagai bukti akan kebebasan dalam penafsiran al-Quran. Namun demikian, tentu tetap dalam batas-batas koridor pakem aturan disiplin ilmu tafsir. Dalam dunia tafsir, corak-corak tafsir yang ada dan dikenal selama ini adalah corak bahasa, corak filasafat- teologi, corak penafsiran ilmiah, corak fiqih-tasawuf dan corak sastra budaya kemasyarakatan serta corak-corak lainnya. Seiring dengan perkembangan tasawuf dan alirannya, para sufi juga ikut berperan serta dan berpartisipasi dalam memberikan sumbangan dan kontribusi terhadap nilai-nilai ajaran Islam yang ada. Mereka berusaha menafsirkan al-Qur’an sesuai dengan faham tasawuf yang mereka anut, yaitu dengan menggunakan metode tafsir secara khusus yang disebut tafsir ishari atau tafsir sufi. Pada umumnya, para ahli tafsir dalam rangka menafsirkan al-Qur'an secara tekstual lebih cenderung pada pemahaman-penahaman makna secara tersurat. Akan tetapi berbeda dengan kelaziman penafsiran para sufistik, mereka di samping memahami sisi al-Qur'an dari segi tekstual, juga lebih menekankan pada pemahaman batiniyah secara tersirat.