Muhammad Arif
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kritik Metafisika: Studi Komparatif Pemikiran Heidegger (1889-1976 M) dan Suhrawardi (1154-1191 M) Muhammad Arif
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i1.179

Abstract

Heidegger dan Suhrawardi memiliki pendapat yang seirama dalam mengonsepsikan kritik metafisika. Menurut mereka Ada itu hanya dapat tersingkap melalui interaksi langsung, ontological-existential dalam bahasa Hidegger dan idlafah isyraqiyah dalam bahasa Suhrawardi. Persamaan gagasan dari dua tokoh yang berbeda zaman dan tradisi ini jelas sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut, sehingga artikel ini mengulas tentang apa saja persamaan dan perbedaan dari dua filsuf tersebut. Artikel ini memiliki keunikan tersendiri dibanding penelitian-penelitian yang ada, karena masih belum ditemukan penelitian yang mengkomparasikan pemikiran kedua filsuf tersebut. Bahkan, pada umumnya penelitian yang ada lebih menempatkan pemikiran Suhrawardi sebagai kajian tasawuf falsafi dalam dimensi logika, epistemologi, metafisika, dan bukan kritik metafisika sebagaimana menjadi tema utama artikel ini. Terakhir, artikel ini menemukan bahwa Heidegger dan Suhrawardi memiliki beberapa perbedaan dan persamaan. Perbedaan antara keduanya tampak dalam pijakan berpikir, orientasi pemikiran, dan pandangan keduanya tentang keakuan performatif, sementara dalam gagasan kritik metafisika, keduanya berada di garis yang sama.
MEDITASI SEBAGAI WADAH DIALOG ANTAR-UMAT BERAGAMA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEIMANAN PESERTA NON-BUDDHIS (STUDI ATAS MEDITASI UMUM DI VIHARA KARANGDJATI, YOGYAKARTA) Muhammad Arif; Fuad Hizbillah Fathoni; Muhammad Ya'la 'Ali Sadad
Studia Sosia Religia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v7i2.23391

Abstract

This study examines public meditation at Vihara Karangdjati, Yogyakarta, as a means of interfaith dialog and its influence on the faith of non-Buddhist participants. Meditation, which is inclusive and open to all, allows interfaith interaction through various dimensions of dialog, such as life dialog, social analysis and ethical reflection, sharing faith experiences, and intra-religious reflection. The results show that meditation at Vihara Karangdjati not only acts as a spiritual practice to achieve inner peace, but also as a bridge that strengthens social solidarity and enriches the spirituality of participants without blurring their religious identity. The influence of meditation on non-Buddhist participants was analyzed using Joachim Wach's theory of religious experience, which includes theoretical, practical, and social dimensions. Non-Buddhist participants felt the benefits of meditation in practicing peace of mind, increasing focus in worship, and creating a space for tolerance and harmony across religions. This research confirms that meditation can be an effective platform for interfaith dialog, strengthening faith, and building harmony in diversity.