This Author published in this journals
All Journal Jurnal KACA
Bahrur Rozi
Institut Ilmu Keislman An Nuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk, Sumenep

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Epistemologi Islam Kontemporer: Telaah Atas Kritik Nalar Arab Muhammad Abed Al-Jabiri Bahrur Rozi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.308

Abstract

Sejarah merupakan peristiwa yang benar-benar mengikuti keberadaan manusi, yang tidak akan bisa lepas dari manusia itu sendiri. Para sejarawan bahkan tokoh-tokoh yang mewarnai sejarah pun bermunculan seperti Ibn Khaldun pada decade awal yang menawarkan "Determinasi Sosial" dan "Materialisme Historis". Kemudian menjamur di abad ke 20 semisal Muhammad Arkoun, Hasan Hanafi, Nasr Hamid Abu Zayd, Bassam Tibi dan juga al Jabiri. Al jabiri yang bernama lengkap Muhammad Abid al Jabiri bisa dikatakah salah satu ilmuwan Muslim yang berani memadukan konsep barat dan timur. Dia, Muhammad Abid al-Jabiri, juga salah seorang pemikir asal Maroko adalah sekian dari pemikir muslim kontemporer yang memiliki kepedulian terhadap problem tradisi (termasuk problematika Islam) dan modernitas ini, Dia dikenal dengan proyek "Kritik Nalar Arab" (Naqd al-'Aql al-'Arab) dalam membangun tradisi kritik pada pemikiran Arab-Islam. Pemikiran pembaharuan Abid al-Jabiri yang ditawarkan mempunyai sisi unik yang terletak pada kritik epistemologi yang dilakukan terhadap bangunan keilmuan yang berkembang di tengah peradaban Arab-Islam. Kritik epistemologi menjadi sebuah ranah ilmu pengetahuan yang tidak banyak diperhatikan oleh pemikir muslim khususnya. Tulisan kali ini akan menelusuri inti pemikiran al-Jabiri sebenarnya dapat dimulai pada buku pertama dan kedua dari triloginya mengenai tiga kerangka umum sistem epistemologi yang dominan dalam pemikiran Arab Islam, yaitu nalar tekstual (bayani), nalar gnosis (‘irfani), dan demonstratif (burhani). Oleh al-Jabiri ketiga mainstream nalar ini dicakupkan pada berbagai pemikiran yang hidup dalam ranah kebudayaan Islam seperti fikih, teologi, filsafat, dan tasawuf.