Melisa Oktavia Putri
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Pada Kantor Pemerintahan Di Kota Bekasi Tahun 2020-2022 Siska Handayani; Melisa Oktavia Putri; asep Rivatul Anwar; Haliza Yunia Dwitara; Aprilia Puspasari
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen dan Akuntansi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/metansi.v7i2.274

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis laporan realisasi anggaran Pemerintah Kota Bekasi. Penelitian tersebut fokus pada analisis mendalam terhadap efektivitas dan efisiensi kinerja keuangan Pemerintah Kota Bekasi. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, dengan data bersumber dari laporan realisasi anggaran Pemerintah Kota Bekasi selama 3 tahun (2020-2022). Berdasarkan analisis penulis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas APBD Kota Bekasi berada pada kategori ‘cukup efektif’. Data yang diperoleh menunjukkan rata-rata tingkat efektivitas sebesar 98,90% menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi mampu merealisasikan anggaran pendapatan dengan cukup baik. Di sisi lain, tingkat efektivitas APBD Kota Bekasi berada pada kategori ‘kurang efektif’. Dimana rata-rata tingkat efektivitas yang hanya sebesar 85,76% menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi belum mampu merealisasikan anggaran belanja daerah sesuai target yang telah ditetapkan. Sedangkan tingkat efisiensi APBD Kota Bekasi masuk dalam kategori ‘kurang efisien’, karena rata-rata tingkat efisiensi hanya sebesar 101%. Begitu pula dengan tingkat efisiensi APBD Kota Bekasi rata-rata tingkat efisiensinya sebesar 117%. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat efisiensi Anggaran Belanja Daerah Kota Bekasi masuk dalam kategori ‘kurang efisien’.