Tata kelola informasi memiliki peran penting dalam memastikan kualitas, konsistensi, dan keandalan pengelolaan data Tandan Buah Segar (TBS) pada industri perkebunan kelapa sawit. Tata kelola informasi yang efektif mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pengambilan keputusan, serta meminimalkan risiko akibat kesalahan pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tata kelola informasi dalam pengelolaan data Tandan Buah Segar (TBS) menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi dokumentasi kepada pihak yang terlibat dalam pengelolaan data TBS. Evaluasi difokuskan pada tiga Governance and Management Objectives, yaitu BAI04 (Managed Availability and Capacity), DSS02 (Managed Service Requests and Incidents), dan MEA01 (Managed Performance and Conformance Monitoring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Capability Level sebesar 3,22 atau berada pada Level 3 (Established Process), yang menunjukkan bahwa proses tata kelola informasi telah terdokumentasi dan diterapkan secara konsisten. Namun, masih terdapat gap sebesar 0,78 terhadap target organisasi pada Level 4 (Predictable Process). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada aspek pengelolaan kapasitas sistem, penanganan layanan dan insiden, serta monitoring dan evaluasi kinerja. Implementasi rekomendasi berdasarkan COBIT 2019 diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tata kelola informasi, menjaga kualitas data TBS, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat, efektif, dan berkelanjutan.