Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penerapan SMART Andragogy dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) terhadap peningkatan English Self-Efficacy (ESE) pada pembelajar dewasa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pre-test post-test yang melibatkan 51 pembelajar yang terdiri atas guru dan mahasiswa yang tertarik meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner English Self-Efficacy yang diadaptasi dan dimodifikasi dari instrumen Wang et al. (2018) dengan skala Likert tujuh poin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata skor ESE sebelum dan sesudah penerapan SMART Andragogy dengan pendekatan OBE pada empat keterampilan bahasa Inggris, yaitu speaking, listening, writing, dan reading. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ESE pada seluruh keterampilan, dengan peningkatan tertinggi pada writing sebesar 34,17%, diikuti reading sebesar 33,60%, speaking sebesar 32,24%, dan listening sebesar 30,58%, dengan rata-rata peningkatan keseluruhan sebesar 32,65%. Secara umum, tingkat ESE pembelajar bergeser dari kategori “Mungkin saya bisa melakukan” menuju “Saya pada dasarnya bisa melakukan”. Temuan ini menunjukkan bahwa SMART Andragogy dengan pendekatan OBE berpotensi meningkatkan keyakinan pembelajar terhadap kemampuan bahasa Inggris melalui tujuan pembelajaran yang jelas, target yang terukur, keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan nyata, dan pemantauan perkembangan belajar.