This Author published in this journals
All Journal Gestus Journal
Andri Kiawan
Program Studi Seni Musik, Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Teknologi Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ketelanjangan: antara Seni dan Pornografi Andri Kiawan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 2 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i2.56211

Abstract

Kebebasan berekspresi seniman dan norma-norma yang berlaku, maka dampak negatif konten pornografi dapat dibatasi dengan mengkhususkan lokasi pertunjukan dan pameran seni rupa yang terkesan tidak senonoh, serta dengan menyaring pengunjung karena tidak semua orang dapat mengartikan ketelanjangan sebagai ekspresi estetika atau keindahan. Karya seni dapat diartikan pornografi jika ditampilkan di tempat yang dapat diakses oleh semua orang. Dengan kata lain, menentukan apakah suatu karya seni bersifat pornografi atau artistik sangatlah subjektif. Mengingat seni adalah kreativitas, maka akan terlalu sederhana jika œketelanjangan sebagai ekspresi artistik digambarkan oleh seniman secara vulgar atau verbal. Tempat di mana pencipta (seniman) dapat mencerminkan bentuk-bentuk ketelanjangan lainnya, seperti metafora melalui kreativitas. Namun, ketelanjangan artistik tidak bisa begitu saja diekspos atas nama seni. Namun, segala sesuatu selalu memiliki batasan aturan, dan kreativitas Seniman dapat merefleksikan ketelanjangan dengan cara yang berbeda, namun tetap menyampaikan makna yang sama dalam karya seninya. Banyak seniman yang berlindung pada seni untuk melakukan aksi pornografi atas nama kebebasan berekspresi. Subyek ketelanjangan merupakan salah satu topik menarik yang bisa dijadikan sasaran dan dieksploitasi atas nama seni.