p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lombok Medical Journal
Dwi Rahmat
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Barotrauma Telinga Tengah pada Nelayan Penyelam Dwi Rahmat; Ni Komang Ayu Trisnayanti Yasa; Eka Arie Yuliyani
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i2.1619

Abstract

Latar Belakang: Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan termasuk nelayan penyelam. Risiko tinggi yang dimiliki oleh nelayan penyelam harus menjadi perhatian khusus guna mencegah terjadinya barotrauma telinga. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi literatur yang relevan terkait kejadian barotrauma telinga tengah pada nelayan penyelam. Mesin pencari yang digunakan antara lain NCBI, ProQuest, dan Google Scholar. Secara keseluruhan digunakan sebanyak 21 artikel yang digunakan sebagai referensi dalam penyusunan artikel ini. Isi: Barotrauma telinga tengah merupakan salah satu gangguan pendengaran dengan angka kejadian tinggi yang terjadi saat penyelaman. Barotrauma telinga adalah kerusakan jaringan akibat kegagalan ekualisasi sehingga terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara pada telinga tengah dengan tekanan lingkungan. Terdapat beberapa tanda dan gejala dari barotrauma telinga, diantaranya telinga tersumbat atau terasa penuh, nyeri telinga (otalgia), vertigo, dan gangguan pendengaran. Manajemen barotrauma telinga tengah dilakukan secara konservatif dan tanpa intervensi medis, tetapi apabila didapatkan kasus yang lebih berat dapat dilakukan intervensi yang lebih invasif seperti miringotomi. Kesimpulan: Barotrauma telinga tengah meimiliki angka kejadian tinggi pada nelayan dan penyelam. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat dilakukan pencegahan. Manajemen barotrauma dapat dilakukan secara konservatif dan invasif sesuai dengan berat ringannya kasus.
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Nelayan Pengguna Kapal Penangkap Ikan Shania Hafitsa Mulya; Dwi Rahmat; Didit Yudhanto
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i2.1632

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan teknologi transportasi saat ini telah memicu pemakaian mesin penggerak pada kapal nelayan yang menyebabkan suara bising di lingkungan kerja. Kebisingan dapat menyebabkan terjadinya noise induced hearing loss (NIHL). Paparan kebisingan yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan kehilangan daya dengar yang menetap. Penting bagi nelayan untuk memahami terkait NIHL agar dapat melakukan pencegahan. Isi: NIHL merupakan gangguan pendengaran tipe sensorineural koklea yang terjadi akibat pajanan bising yang berlebih secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Frekuensi dan periode paparan bising yang lama akan meningkatkan risiko serta dapat memperburuk derajat gangguan pendengaran pada nelayan. Bagian yang mengalami gangguan akibat bising adalah koklea yang mana dalam prosesnya bisa terjadi mekanisme kerusakan mekanik dan peningkatan aktivitas metabolisme pada sel. Gejala klinis yang dapat ditimbulkan akibat pajanan bising adalah tinitus (telinga berdenging), penurunan pendengaran perlahan serta sulit mendengar dan memahami percakapan di tempat yang ramai atau cocktail party deafness. Penanganan gangguan pendengaran akibat bising dapat dilakukan secara preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Kesimpulan: NIHL merupakan gangguan pendengaran akibat bising. gangguan pendengaran ini menjadi salah satu risiko bagi nelayan yang menggunakan kapal selama bekerja sehingga perlu perhatian khusus. penanganan NIHL dapat dilakukan secara preventif, kuratif dan rehabilitatif.