Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Cair Sebagai Media Pertumbuhan Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) Binerd Anthon Im Toy; Dhanang Puspita
Jurnal Biosains dan Edukasi Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Biosains dan Edukasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi - Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur akar putih (Rigidoporus microporus) adalah jamur patogen yang menyerang dan mematikan tanaman karet. Dalam penelitian jamur akar putih dibutuhkan medium untuk menumbuhkan dalam kultur media. Ada 2 jenis kultur media yaitu dalam bentuk padat dan cair. Medium padat digunakan untuk menumbuhkan isolat di permukaan, sedangkan medium cair untuk membuat suspensi isolat dalam cairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media cair terhadap pertumbuhan jamur akar putih (Rigidoporus microporus). Media cair yang digunakan adalah PDL (Potato Dextrose Liquid) dan PSL (Potato Sucrose Liquid) dan isolat jamur akar putih. Hasil penelitian menunjukan bahwa medium cair bisa digunakan untuk menumbuhkan jamur akar putih. Medium cair yang dalam kondisi statis, jamur akar putih akan tumbuh di permukaan, sedangkan dalam kondosi dihomogenisasi jamur akar putih tumbuh dalam larutan/tersuspensi. Dapat disimpulkan, jamur akar putih dapat tumbuh dalam medium cair baik dalam kondisi statis maupun homogen.
Desain Bahan Ajar Biologi Berbasis Discovery Learning dengan Pendekatan Ilmiah pada Materi Botani di Kelas X SMA Binerd Anthon Im Toy; Dhanang Puspita; Soenarto Notosoedarmo
Jurnal Biosains dan Edukasi Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Biosains dan Edukasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi - Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/biosed.v2i1.221

Abstract

Botani adalah salah satu cabang ilmu biologi yang memelajari tentang tumbuhan. Siswa dapat mengenal berbagai macam tumbuhan berdasarkan bentuk daun, bentuk tepian daun, dan pertulangan daun. Salah satu model pembelajaran untuk siswa SMA kelas X adalah disvovery learning dengan pendekatan ilmiah. Tujuan dari pembuatanbahan ajar ini adalah untuk mendesain bahan ajar biologi berbasis discovery learning dengan pendekatan ilmiah pada materi botani bagi siswa kelas X SMA. Metode pengembangan pembelajaran dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah melalui telaah pustaka botani dan responden adalah siswa kelas X SMA. Dihasilkan pedoman untuk pemahaman bentuk daun, bentuk tepian daun, dan bentuk pertulangan daun. Siswa diajak memelajari secara teoritis untuk menguatkan pondasi keilmuwan mereka. Siswa diajak keluar untuk mengambil sampel daun lalu mengidentifikasikannya. Kelemahan dari model ini adalah tidak tersedianya sarana prasarana pendukung dan koleksi tumbuhan yang lengkap. Guru yang profesional tentunya harus kreatif dan berimprovisasi untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dapat disimpulkan bahwa desain bahan ajar biologi yang menerapkan model discovery learning dan pendekatan ilmiah dapat menstimulasi dan memberi tantangan pada siswa dalam menemukan hal baru di lingkungan sekitar secara nyata.