Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Level of Work Motivation Related to Nurse Performance” Tiveni Elisabhet; Robi Awaludin; Ika Purwanto; Andi Sudrajat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5886

Abstract

Nursing services in hospitals are one of the determining factors in the quality of hospitals in the community, therefore every effort to improve the quality of hospital services must be accompanied by efforts to improve the quality of nursing services. Considering the important role of nurses in carrying out their duties, nurses are required to further improve their abilities and performance and to improve this performance work motivation is needed. This research aims to determine the relationship between work motivation and nurse performance at RSUD dr. Adjidarmo Lebak Banten. This research used a correlational descriptive design with a cross sectional approach with 114 nurse respondents. Data were collected using two questionaires, The Motivation at Work Scale (MAWS) to measure work motivation levels and The Nursing Performance Instrument (NPI) to measure levels of nurse performance, the data are taken at the same time. There is a relationship between work motivation and nurse performance in nurses at RSUD dr. Adjidarmo Lebak Banten, proven by the p-value of 0,003. There is a relationship between work motivation and nurse performance, it is hoped that health service institutions can increase nurses' work motivation as a need for self-actualization, so that it can encourage individuals to carry it out well.
Studi Kasus: Implementasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan dan Pendengaran Rahmi Vien Feriarini Lutfi; Tiveni Elisabhet; Evi Apriani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1673

Abstract

Gangguan jiwa merupakan kondisi kompleks yang ditandai dengan perubahan signifikan pada aspek pikir, emosi, dan perilaku individu, sehingga berdampak pada kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Skizofrenia sebagai salah satu gangguan jiwa berat sering disertai gejala psikotik positif, terutama halusinasi, yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila tidak ditangani secara tepat. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa melalui pendekatan terapeutik untuk membantu pasien mengontrol halusinasi. Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran dan penglihatan melalui penerapan strategi pelaksanaan (SP) 1–4. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu orang pasien skizofrenia yang dirawat di PKJN RSJ  Marzoeki Mahdi Bogor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumentasi keperawatan dan medis. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama dua hari dengan fokus pada diagnosa utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penerapan strategi pelaksanaan SP 1–4, meliputi pengenalan dan pengendalian halusinasi dengan teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta keterlibatan dalam kegiatan terjadwal, mampu membantu pasien mengenali dan mengontrol halusinasi secara bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan perilaku berbicara sendiri, pasien tampak lebih tenang, kooperatif, serta mampu mengikuti aktivitas dengan bimbingan. Kesimpulannya, penerapan strategi pelaksanaan SP 1–4 efektif dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pasien dan mendukung proses pemulihan pasien dengan halusinasi.
Analisa Deskriptif Efektivitas Upaya Promotif dan Preventif terhadap Masalah Psikososial Loneliness pada Lansia: Studi Kasus Tiveni Elisabhet
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2640

Abstract

Loneliness atau kesepian merupakan perasaan subjektif saat seseorang  merasa hubungan sosial tidak sesuai dengan yang diharapkan atau yang dibutuhkan. Loneliness merupakan masalah psikosoial yang rentan dialami lansia karena adanya perubahan peran, perubahan ekonomi, status perkawinan dan kehilangan pasangan. Masalah loneliness dapat dicegah atau diatasi dengan pengelolaan stress dan pengetahuan tentang cara pencegahan loneliness. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa masalah psikososial lansia yaitu loneliness dan memberikan upaya promotif serta preventif untuk mengatasi masalah tersebut. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif studi kasus  yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif pada lansia yang mengalami masalah  psikososial akibat penyakit fisik didaerah Desa Pasir Ona Rangkasbitung.  Pengumpulan data dilakukan satu hari melalui wawancara menggunakan kuesioner loneliness dengan nilai reliabilitas sebesar 0,96. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak 37 lansia yang dilakukan upaya promotif dan preventif tentang masalah psikososial loneliness mengalami low loneliness atau kesepian ringan sebayak 25 orang lansia, moderate loneliness 1 orang, high loneliness 3 orang dan very high loneliness 8 orang.