Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP SISWA - SISWI SEKOLAH DI LINGKUNGAN DESA BATUBULAN KANGIN Ni Putu Ayu Sintya Saraswasti; I Nyoman Gunayasa; Dewa Putu Agung Surya Palguna
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT (SENEMA) Vol 3 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT (SENEMA)
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di Desa Batubulan Kangin bertujuan tidak hanya untuk mendekatkan diri pada masyarakat, tetapi juga membantu dari segi pengetahuan yang diperlukan dalam membangun desa. Dalam kegiatan ini, analisis situasi yang dilakukan berfokus pada sekolah dasar. Sekolah dasar merupakan tempat belajar bagi anak-anak pada tingkatan paling awal, di mana proses belajar dimulai dari anak-anak berusia 6-7 tahun. Sekolah dasar yang menjadi lokasi kegiatan pengajaran adalah SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin, yang berlokasi di Dusun Buda Ireng, Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar. Kegiatan pengajaran ini menargetkan siswa kelas 2. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan observasi langsung dengan mengunjungi SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin. Observasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam menyusun program kerja. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa di sekolah dasar Desa Batubulan Kangin masih terdapat beberapa siswa-siswi yang kurang memahami tentang penerapan hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi, antara lain yaitu kurangnya perhatian terhadap sampah di lingkungan sekolah, kurangnya pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan sebelum atau sesudah aktivitas, serta kurangnya perhatian terhadap kesehatan mulut dan gigi. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok, atau masyarakat luas dengan jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SELAT I Nyoman Gunayasa; Ni Made Dwi Puspitawati; Tiara Carina
EMAS: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 6 No. 12 (2025): EMAS
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/emas.v6i12.13199

Abstract

Dalam meningkatkan kinerja guru yang baik seorang guru harus meningkatkan sumber daya manusia agar tercapai tujuan dalam mendidik. Untuk dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) seorang guru harus memiliki kompetensi, profesionalisme, dan memiliki semangat yang tinggi agar kinerja guru semakin optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah guru di SMA Negeri 1 Selat dan sampel sebanyak 41 orang. Teknik analisis data menggunakan Uji Validitas, Uji Reabilitas, Uji Asumsi Klasik, Anaisis Regresi Linier Berganda, Uji Korelasi Berganda, Koefisien Determinasi, Uji F dan Uji t. Dari hasil penelitian diperoleh hasil budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah SMA Negeri 1 Selat, maka peneliti sarankan untuk lebih meningkatkan kerjasama tim di dalam melaksanakan tugas-tugas sekolah agar tercapainya budaya organisasi yang baik, SMA Negeri 1 Selat, maka peneliti sarankan untuk lebih meningkatkan kerjasama tim di dalam melaksanakan tugas tugas sekolah agar tercapainya budaya organisasi yang baik dan gaji yang diberikan kepada guru agar tepat waktu sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugasnya.