Joel Parluhutan Tamba
Poltekpar Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Potensi Desa Wisata Unte Mungkur Di Kabupaten Tapanuli Utara Joel Parluhutan Tamba
Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal Vol 2 No 1 (2022): THCIJ (Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal)
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/thcij.v2i1.334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan Desa Wisata serta faktor pendukung dan penghambat di Desa Untemungkur Kabupaten Tapanuli Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini penelitian lapangan dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelitan literatur kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada konsep Milles & Huberman reduksi data, penyajian data, dan penarikaan kesimpulan. Hasil penelitian Pengelolaan Desa Untemungkur sebagai Desa Wisata di Kabupaten Tapanuli Utara masih mengedepankan peran sentral pemerintah daerah dan pemerintah Desa Untemungkur dimana dapat dilihat dengan penerapan konsep pengelolaan pariwisata menurut Andi Mappi Sammeng (2001 : 261) ada tiga faktor penting dalam melakukan pengelolaan kepariwisataan yaitu Pengembangan potensi Desa Wisata Untemungkur yakni dengan mengacu pada aspek 3A, konsep 3A + Kelembagaan, aksesbilitas, amenitas, atraksi, dan kelembagaan, yang merupakan langkah awal dan penting untuk menjadikan minat wisatawan berwisata ke Desa Untemungkur sebagai desa wisata rintisan sehingga diharapkan desa wisata ini dapat berkembang dan berkelanjutan. Hasilnya belum ada even atraksi yang dapat dikembangkan secara optimal. Adapun faktor penghambat pengelolaan Desa Untemungkur yakni pola pikir masyarakat yang sulit menerima perubahan-perubahan sehingga tidak mau terlalu berpartisipasi, Minimnya SDM masyarakat dan Pengelola, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya industri pariwisata.