Abstract This community service program aims to provide spiritual guidance and character development for the youth and young adults of the church GPR Pandeglang, Banten, through a theological approach based on 1 Corinthians 10:13. This verse emphasizes that temptation is a common human experience, that God is faithful and will not allow individuals to be tempted beyond their capacity, and that He provides a way out so they may endure it. In the context of this program, the verse serves as a reflective foundation for holistic self-understanding: recognizing human limitations, acknowledging God-given strength, and developing a resilient spiritual attitude amid life’s challenges. The methods used in this activity include material presentations, interactive discussions, and group reflections designed to explore the theological and practical understanding of self-identity among participants. The results show an increased awareness of personal value grounded in the Word of God, as well as the emergence of initiatives to build a supportive and faith-centered community. This program has made a positive contribution to the spiritual formation of youth and has equipped them with a contextual and applicable faith perspective for navigating real-life situations. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan spiritual dan penguatan karakter kepada remaja dan pemuda gereja GPR Pandeglang, Banten melalui pendekatan teologis berbasis 1 Korintus 10:13. Ayat ini menekankan bahwa pencobaan merupakan bagian umum dari kehidupan manusia dan bahwa Allah yang setia tidak membiarkan umat-Nya dicobai melebihi kemampuan mereka, serta menyediakan jalan keluar agar mereka dapat menanggungnya. Dalam konteks pembinaan, ayat ini menjadi dasar reflektif untuk membangun pemahaman diri yang utuh: mengenal keterbatasan, mengenali kekuatan dari Allah, dan mengembangkan sikap spiritual yang resilien di tengah tantangan zaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan refleksi kelompok yang dirancang untuk menggali pemahaman teologis dan aplikatif peserta terhadap diri mereka sendiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta akan nilai diri berdasarkan Firman Tuhan, serta munculnya inisiatif untuk membangun komunitas yang saling menopang dalam perjalanan iman. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pembentukan spiritualitas remaja dan pemuda serta membekali mereka dengan perspektif iman yang kontekstual dan praktis dalam menghadapi realitas hidup.