Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PEMAKAIAN STEAM PADA SALT DISSOLVER UNIT PRIMARY TREATMENT DI CHEMICAL PLANT PT. TOBA PULP LESTARI, TBK - PORSEA Hutagalung, Roy; Silaban, Kaisal
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.069 KB)

Abstract

Kolam garam merupakan kolam yang berfungsi untuk melarutkan padatan garam (NaCl) dengan pelarut air demineralisasi. Untuk membantu proses pelarutan garam, di dalam kolam garam terdapat sebuah pipa (coil) yang dialiri uap, uap akan memberikan panas secara tidak kontak langsung dengan tujuan untuk mendapatkan temperatur larutan garam yang sesuai dengan syarat spesifikasi ion exchanger serta kriteria dan standar perusahaan. Keberhasilan suatu proses pelarutan NaCl sangat dipengaruhi oleh jumlah energi (panas) yang dilepaskan oleh uap. Metode neraca energi digunakan untuk mengetahui jumlah panas yang dibutuhkan serta jumlah uap yang diperlukan untuk menghasilkan larutan garam pada kolam garam. Sehingga, berdasarkan perhitungan neraca energi diperoleh jumlah panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan larutan garam dengan rata-rata konsentrasi 313-317 g/L pada temperatur antara 65-75oC sebesar 20.572.434,083 Kj dan diperoleh massa uap sebesar 21.459,2146 Kg.
ANALISA PEMAKAIAN STEAM PADA SALT DISSOLVER UNIT PRIMARY TREATMENT DI CHEMICAL PLANT PT. TOBA PULP LESTARI, TBK - PORSEA Tarigan, Prewi; Silaban, Kaisal
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kolam garam merupakan kolam yang berfungsi untuk melarutkan padatan garam (NaCl) dengan pelarut air demineralisasi. Untuk membantu proses pelarutan garam, di dalam kolam garam terdapat sebuah pipa (coil) yang dialiri uap, uap akan memberikan panas secara tidak kontak langsung dengan tujuan untuk mendapatkan temperatur larutan garam yang sesuai dengan syarat spesifikasi ion exchanger serta kriteria dan standar perusahaan. Keberhasilan suatu proses pelarutan NaCl sangat dipengaruhi oleh jumlah energi (panas) yang dilepaskan oleh uap. Metode neraca energi digunakan untuk mengetahui jumlah panas yang dibutuhkan serta jumlah uap yang diperlukan untuk menghasilkan larutan garam pada kolam garam. Sehingga, berdasarkan perhitungan neraca energi diperoleh jumlah panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan larutan garam dengan rata-rata konsentrasi 313-317 g/L pada temperatur antara 65-75oC sebesar 20.572.434,083 Kj dan diperoleh massa uap sebesar 21.459,2146 Kg.