Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang berasal dari saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit mulai dari yang teringan hingga penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor penjamu dan faktor lingkungan. Berdasarkan kunjungan pasien di Balkesmas Wilayah Ambarawa Tahun 2024 pada Triwulan 2, ISPA masuk ke dalam 10 besar penyakit dengan jumlah kunjungan sebanyak 483 kasus. Di samping itu, Kecamatan Ambarawa memiliki pasar dengan banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan, sehingga konsentrasi zat pencemar yang ada di udara dapat menimbulkan isiko kesehatan pada pedagang tersebut, salah satunya adalah ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan frekuensi terjadinya ISPA pada pedagang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif dan studi penelitian Cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan wawancara dan observasi dengan menggunakan jenis instrument lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value=0,048), pendidikan (p-value=0,015), masa berjualan (p-value=0,016), sumber polutan (p-value=0,033), dan penggunaan masker (p-value=0,021) dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Sedangkan riwayat penyakit (p-value=1,00) menunjukkan tidak ada hubungan dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, masa berjualan, sumber polutan, dan penggunaan masker dengan frekuensi terjadinya ISPA. Sedangkan tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan frekuensi terjadinya ISPA.