Abstract Motorcycles have become a highly preferred mode of transportation among the public, especially considering the increasing traffic congestion. Come in various categories and offers, creating diversity in motorcycle choices for consumers. One of the recent motorcycle developments that has become a trending topic on several social media platforms is the Honda eSAF frame. This research aims to determine the obligations of business actors in ensuring the safety and comfort of Honda motorcycle users concerning the damage to the eSAF frame. Furthermore, the study also aims to analyze the responsibility of business actors if consumers suffer losses from using the eSAF frame. The research method involves data collection based on concrete facts in the field through observations, interviews with affected consumers, and literature studies supporting legal analysis related to consumer protection. The study uses primary data, including interviews and observations, as well as secondary data from literature studies. The legal materials used consist of primary, secondary, and tertiary legal sources. The results of the study indicate that business actors have obligations and responsibilities for consumer losses resulting from damage to the eSAF frame. This responsibility is reflected in the provision of a warranty ranging from 1 to 5 years, covering repairs or replacement of damaged components. Although the warranty has been provided, its implementation remains suboptimal in practice and requires further evaluation. Some challenges identified in the implementation of business actors' responsibilities include slow handling of consumer complaints and a lengthy frame repair process, ranging from 1 to 3 months. These factors lead to consumer dissatisfaction and highlight the need for improvements in after-sales service mechanisms to be more responsive and efficient in fulfilling consumer rights. Keywords: Obligations, Responsibility, e-SAF Frame Abstrak Sepeda motor menjadi pilihan transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat, terutama mengingat tingkat kemacetan yang semakin meningkat. Dengan berbagai kategori dan penawaran yang berbeda, menciptakan keragaman dalam pilihan sepeda motor bagi konsumen. Salah satu perkembangan motor yang belakang ini menjadi trending topik di beberapa platform sosial media adalah rangka motor Honda eSAF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewajiban pelaku usaha dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda motor Honda terkait dengan kerusakan rangka e-SAF. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis bagaimana tanggung jawab pelaku usaha jika terjadi kerugian terhadap konsumen yang menggunakan rangka e- SAF tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data berdasarkan fakta konkret di lapangan melalui observasi, wawancara dengan konsumen yang terdampak, serta studi kepustakaan yang mendukung analisis hukum terkait perlindungan konsumen. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu wawancara dan observasi, serta data sekunder yaitu studi kepustakaan. Bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap kerugian yang dialami konsumen akibat kerusakan rangka e-SAF. Bentuk tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui pemberian garansi dengan durasi 1 hingga 5 tahun, mencakup perbaikan atau penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Meskipun garansi telah diberikan, pelaksanaan tanggung jawab ini masih belum optimal dalam praktiknya dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Beberapa kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan tanggung jawab pelaku usaha antara lain adalah lambatnya proses penanganan aduan konsumen dan waktu perbaikan rangka yang cukup lama, yakni berkisar antara 1 hingga 3 bulan. Faktor-faktor ini menyebabkan ketidakpuasan konsumen dan menunjukkan perlunya perbaikan dalam mekanisme layanan purna jual agar lebih responsif dan efisien dalam memenuhi hak-hak konsumen. Kata Kunci: Kewajiban, Tanggung Jawab, Rangka e-SAF