AbstractThis study discusses the distribution of inheritance to the heirs who came out of the booth house in Nanga Kenepai Village, Kapuas Hulu Regency. The problem in this study is whether the heirs who leave booths get their customary parts in the law of sacks. This study aims to obtain data and information as well as a picture of the implementation of the distribution of inheritance, revealing the heir"™s factors out of the booth, revealing the legal consequences The heirs came out of the booth house, and revealed the settlement effort in terms of the distribution of inheritance for heirs who came out of the booth house in Nanga Kenepai Village, Kapuas Hulu Regency.This study uses an empirical legal research method with a descriptive approach. In his analysis, researchers aim to present a clear picture and describe the subject and object of research based on the findings obtained during the research process. How to collect data in this study is using interviews and questionnaires. The data analyzing techniques in this study are qualitative data analysis, which is an analysis of data that does not use numbers but instead provides images (descriptions) with words on findings and therefore prioritizing the quality (quality) of the data, and not quantity.The results showed that the implementation of the distribution of inheritance in the village of Nanga Kenepai Kapuas Hulu Regency only applies in a booth house, the heirs who get an inheritance are the oldest heirs who live in the heirs. The heirs who have left the booth as a result of losing the right to get an inheritance. Efforts to resolve the inheritance conflict were carried out by customary deliberations and kinship. It can be concluded that in this study the distribution of inheritance is only for the oldest heirs, conflicts are resolved through customary deliberations.Keywords: distribution, inheritance, customs, houses, booth  AbstrakPenelitian ini membahas tentang pembagian warisan terhadap ahli waris yang keluar dari rumah bilik di Desa Nanga Kenepai Kabupaten Kapuas Hulu. Adapun masalah dalam penelitian ini yakni apakah ahli waris yang keluar rumah bilik mendapatkan bagiannya secara adat dalam hukum Dayak Kantuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi serta gambaran terkait pelaksanaan pembagian warisan, mengungkapkan faktor ahli waris keluar dari rumah bilik, mengungkapkan akibat hukum ahli waris keluar dari rumah bilik, dan mengungkapkan upaya penyelesaian dalam hal pembagian warisan bagi ahli waris yang keluar dari rumah bilik di Desa Nanga Kenepai Kabupaten Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif. Dalam analisisnya, peneliti bertujuan untuk menyajikan gambaran yang jelas serta menguraikan subjek dan objek penelitian berdasarkan temuan yang diperoleh selama proses penelitian. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara dan angket. Teknik menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yaitu merupakan analisis data yang tidak menggunakan angka melainkan memberikan gambaran- gambaran( deskripsi) dengan kata- kata atas temuan dan karenanya lebih mengutamakan mutu( kualitas) dari data, dan bukan kuantitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembagian warisan di Desa Nanga Kenepai Kabupaten Kapuas Hulu hanya berlaku dalam rumah bilik, ahli waris yang mendapatkan warisan adalah ahli waris yang tertua yang tinggal sebilik dengan pewaris. Ahli waris yang telah keluar bilik akibatnya kehilangan hak untuk mendapatkan warisan. Upaya penyelesaian konflik warisan dilakukan dengan musyawarah adat dan kekeluargaan. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini pembagian warisan hanya untuk ahli waris tertua sebilik, konflik diselesaikan melalui musyawarah adat.Kata kunci : Pembagian, Warisan, Adat, Rumah, Bilik