Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Bank Sampah Terintegrasi sebagai Teknologi Sosial: Kerangka Tata Kelola Sampah Kolaboratif dan Sirkular Yakob Noho Nani; Nani, Yakob Noho; Akuba, Abdul Mukhlis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5840

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan sampah di beberapa desa di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dan mengonstruksi Model Bank Sampah Terintegrasi sebagai Teknologi Sosial yang relevan dengan konteks pedesaan Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif–eksploratif, penelitian ini mengungkap bahwa produksi sampah didorong oleh dinamika sosial–ekologis rumah tangga, sementara praktik pemilahan masih terbatas akibat kuatnya paradigma buang-habis. Struktur kelembagaan pengelolaan sampah desa terbukti terfragmentasi, tidak memiliki SOP formal, dan belum membentuk tata kelola kolaboratif yang efektif. Namun, norma sosial, gotong royong, serta peran tokoh lokal menjadi mekanisme sosial penting yang mendorong partisipasi dan berfungsi sebagai fondasi teknologi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa model bank sampah terintegrasi harus menggabungkan mekanisme sosial, kelembagaan, dan kolaboratif untuk menciptakan nilai ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Model ini menawarkan kontribusi teoretis bagi studi teknologi sosial dan implikasi praktis bagi penguatan tata kelola desa.
Mendiagnosis Kegagalan Reformasi Kepolisian Melalui Perspektif Tata Kelola Reflektif: Bukti Dari Kepolisian Nasional Indonesia Yakob Noho Nani; Muchlis Akuba; Alfiah Agussalim; Yuliyanti Mozin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5907

Abstract

Studi ini mendiagnosis kegagalan reformasi kepolisian yang terus-menerus di Indonesia melalui lensa tata kelola reflektif dan pembelajaran kelembagaan. Terlepas dari reformasi regulasi, organisasi, dan teknologi yang ekstensif sejak pemisahan kepolisian dari militer, pola penggunaan kekerasan berlebihan, impunitas, dan menurunnya kepercayaan publik terus berulang. Melalui desain reflektif kualitatif, analisis dokumen sistematis dan tinjauan literatur empiris, studi ini meneliti dokumen kelembagaan, laporan pengawasan, dan studi empiris sebelumnya untuk mengidentifikasi kegagalan tata kelola yang mendasarinya. Analisis tersebut mengungkapkan empat defisit reflektif yang saling terkait: disfungsi moral, fragmentasi epistemik, bias analitis dalam pengambilan keputusan, dan tidak adanya mekanisme pembelajaran kelembagaan yang efektif. Kegagalan ini mencegah organisasi kepolisian untuk mengubah kesalahan dan pelanggaran menjadi sumber pembelajaran kolektif, yang mengakibatkan reformasi simbolis daripada reformasi substantif. Temuan studi ini berkontribusi secara konseptual dengan mengintegrasikan tata kelola reflektif dengan pembelajaran kelembagaan untuk menyediakan kerangka diagnostik untuk memahami kegagalan reformasi di lembaga publik yang bersifat koersif. Secara praktis, menawarkan landasan berbasis bukti untuk merancang strategi reformasi kepolisian yang lebih adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pembelajaran.
Transparansi Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo David Radjak; Rustam Tohopi; Yakob Noho Nani
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2025): Desember: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v2i4.821

Abstract

This study aims to determine and describe the transparency of service procedures, the ease of procedures, and the ease of obtaining information at the Kota Timur District Office in Gorontalo City. Using a qualitative, descriptive approach through observation, interviews, and documentation, the study results indicate that transparency of service procedures has been effectively implemented through the provision of clear, complete, and easily accessible information to the public. Information regarding service types, requirements, completion times, and fees is published through bulletin boards, brochures, social media, and direct explanations from officers, so that the public can understand the service process without confusion. In terms of ease of procedures, the service flow has been designed to be simple, concise, and user-friendly, ensuring ease of access for service applicants and even for vulnerable groups such as the elderly. Furthermore, the ease of access to information is also evident in the use of various communication channels, both in person and digitally. Information boards, leaflets, social media, and digital displays are actively used to disseminate information so that the public can understand procedures before visiting the office and better prepare documents. Overall, these three indicators demonstrate that the Kota Timur District Office is committed to implementing the principle of transparency in public services, although further innovation is needed to ensure information reaches a wider and more equitable public.