Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) di Kelas III SD GMIT Nenu Yulius Amtiran
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i2.1352

Abstract

Learning interest is one of the key factors influencing students' success in understanding a subject. In reality, many students struggle to engage with Natural Science (IPA) lessons due to less interactive and conventional teaching methods. The Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model is an approach that can be used to enhance students' interest in learning through engaging games and academic competitions.This study aims to increase the learning interest of third-grade students at SD GMIT Nenu in Natural Science (IPA) by implementing the TGT method. The research employs a Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 16 third-grade students at SD GMIT Nenu in the 2022/2023 academic year. Data collection techniques included observations, learning interest questionnaires, interviews, and learning outcome tests. The collected data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques.The results indicate that the implementation of the TGT method significantly increased students' learning interest. Before the intervention, only 45% of students demonstrated a high interest in learning, with an average test score of 65.0. After applying the TGT method in the first cycle, learning interest increased to 75%, and the average student score improved to 80.5. In the second cycle, students' learning interest reached 93.75%, with an average score rising to 98.12. These findings demonstrate that the TGT method makes learning more engaging, fosters student interaction, and helps them understand scientific concepts more effectively.Based on these findings, it can be concluded that the TGT cooperative learning method is effective in enhancing elementary school students' learning interest. Teachers are encouraged to adopt this method for teaching Natural Science or other subjects that require active student participation. Furthermore, future research can be conducted to explore the effectiveness of this method in higher education levels and in different classroom settings.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDK NUAWAIN II Yulius Amtiran
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.5648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V di SDK Nuawain II melalui penerapan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa, karena menjadi dasar utama dalam berkomunikasi, menyampaikan ide, pendapat, dan perasaan secara efektif. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran secara runtut, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kurang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa kelas V SDK Nuawain II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokmentasi, dan tes keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan. Pada pra siklus, nilai rata-rata siswa hanya mencapai 50,7%. Setelah tindakan pada siklus I, meningkat menjadi 65,3%, dan pada siklus II mencapai 79,2%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media gambar mampu merangsang imajinasi, minat, serta keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat secara lisan. Dengan demikian, penggunaan media gambar merupakan alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.