Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Hasil Pengobatan antara Metode Autograft dengan Metode Allograft pada Cedera ACL Dida Fahrezz, Denis
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i2.343

Abstract

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu cedera lutut yang umum, terutama di kalangan atlet. Pemilihan metode pengobatan yang tepat, yaitu autograft atau allograft, menjadi tantangan dalam rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengobatan cedera ACL menggunakan kedua metode tersebut. Metode yang digunakan adalah studi komparatif dengan subjek pasien yang menjalani rekonstruksi ACL di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. Data demografis, hasil pengobatan, dan program rehabilitasi dicatat. Hasil menunjukkan bahwa autograft memberikan stabilitas lutut jangka panjang lebih baik, sedangkan allograft menawarkan waktu pemulihan yang lebih cepat. Namun, autograft memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan allograft. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan metode pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien, tingkat aktivitas, dan preferensi dokter. Rehabilitasi pascaoperasi yang baik sangat penting untuk memaksimalkan pemulihan fungsi lutut dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Perbandingan Hasil Pengobatan antara Metode Autograft dengan Metode Allograft pada Cedera ACL Dida Fahrezz, Denis
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i2.343

Abstract

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu cedera lutut yang umum, terutama di kalangan atlet. Pemilihan metode pengobatan yang tepat, yaitu autograft atau allograft, menjadi tantangan dalam rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengobatan cedera ACL menggunakan kedua metode tersebut. Metode yang digunakan adalah studi komparatif dengan subjek pasien yang menjalani rekonstruksi ACL di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. Data demografis, hasil pengobatan, dan program rehabilitasi dicatat. Hasil menunjukkan bahwa autograft memberikan stabilitas lutut jangka panjang lebih baik, sedangkan allograft menawarkan waktu pemulihan yang lebih cepat. Namun, autograft memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan allograft. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan metode pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien, tingkat aktivitas, dan preferensi dokter. Rehabilitasi pascaoperasi yang baik sangat penting untuk memaksimalkan pemulihan fungsi lutut dan meningkatkan kualitas hidup pasien.