Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalence, Management of Placenta Previa, and Pregnancy Outcomes: An Update Systematic Review Juliana, Mutia; Nurlianto, Yahya
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:Placenta previa increases the risk of postpartum hemorrhage, leading to maternal deaths. Risk factors include advanced maternal age, multiparity, smoking, and cesarean section. Traditional treatments include hemostatic balloons, surgical sutures, and uterine artery embolization. Methods: Using PRISMA 2020 criteria, this systematic review focused on full-text English literature published between 2014 and 2024. Without a DOI, editorials and review pieces published in the same publication as the submission were rejected. The literature was compiled using various internet databases, including PubMed, ScienceDirect, and SagePub. Result: Following a thorough three-level screening process, seven publications were identified as being closely related to our current comprehensive study. Following that, the entire content was thoroughly reviewed, and these articles were subjected to extra scrutiny. Conclusion: The Society of Obstetrics and Gynecology recommends interventional treatment for placenta previa patients at high risk of hemorrhage, including balloon occlusion, to reduce bleeding, shorten operation time, and reduce postoperative complications.
Kehamilan Tidak Direncanakan Dan Stres Psikologis: Pemicu Persalinan Kurang Bulan - Laporan Kasus Halim, Muhammad Ilham; Nurlianto, Yahya
Action Research Literate Vol. 9 No. 2 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i2.2815

Abstract

Persalinan kurang bulan atau preterm birth merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal secara global. Salah satu faktor risiko signifikan yang berkontribusi terhadap kelahiran prematur adalah stres psikologis yang kerap muncul akibat kehamilan tidak direncanakan. Di Indonesia, tingginya angka kehamilan tidak direncanakan pada remaja menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap risiko komplikasi obstetri dan kesehatan mental ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kehamilan tidak direncanakan dan stres psikologis sebagai pemicu persalinan kurang bulan, serta mengkaji implikasi klinis terkait pencegahan dan intervensi dini. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah seorang remaja 17 tahun dengan kehamilan tidak direncanakan yang mengalami persalinan kurang bulan pada usia kehamilan 30-31 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, studi dokumentasi medis, dan penggunaan kuesioner tingkat stres. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kehamilan tidak direncanakan dan peningkatan risiko persalinan prematur akibat stres psikologis yang signifikan. Stres berlebih menyebabkan ketidakseimbangan hormon kortisol dan katekolamin, yang memicu kontraksi uterus prematur dan pecahnya membran ketuban dini. Intervensi berupa konseling psikologis, dukungan sosial, dan edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja diperlukan untuk menekan angka kehamilan tidak direncanakan dan mencegah komplikasi obstetri seperti persalinan kurang bulan. Implementasi program pendidikan seksual dan akses kontrasepsi juga menjadi kunci dalam mengurangi insiden kehamilan tidak direncanakan di kalangan remaja.