Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fasilitas dan Pelayanan Prima: Meningkatkan Minat Wisatawan Untuk Berkunjung Kembali Ke Pantai Watulawang, Kabupaten Gunungkidul: Facilities and Excellent Service: Enhancing Tourists’ Interest To Return To Watulawang Beach, Gunungkidul Regency Aneke Rahmawati; Azmy Hanif
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/jstp.v10i1.482

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Pantai Watulawang, Kabupaten Gunungkidul, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis survei wisatawan. Penelitian ini juga mengevaluasi tingkat kepuasan wisatawan terhadap fasilitas yang tersedia, termasuk kebersihan, pengelolaan sampah, toilet, area parkir, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kualitas layanan yang diberikan oleh pengelola dan masyarakat setempat.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert. Sebanyak 30 wisatawan dipilih sebagai responden dengan teknik quota sampling. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui tingkat kepuasan wisatawan terhadap fasilitas dan layanan serta hubungannya dengan minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Pantai Watulawang.Implikasi: Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan merasa puas dengan fasilitas dan layanan yang tersedia di Pantai Watulawang. Namun, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, seperti akses parkir yang jauh, keterbatasan jumlah toilet umum, serta variasi produk yang ditawarkan oleh UMKM. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, terutama keramahan pengelola dan pelaku UMKM, memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan wisatawan dan minat untuk kembali berkunjung.
Dampak Lokawisata Baturraden terhadap Kondisi Sosial dan Budaya Masyarakat Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Arina Nindyar Saraswati; Hardiman, Hardiman; Zamzam Masrurun; Eki Melina Widanti; Azmy Hanif
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i1.6770

Abstract

The Baturraden tourist attraction is nature tourism located in Karangmangu Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The Baturraden tourist attraction is leading nature tourism because it has won various awards in the last ten year. This is supported by exciting objects to be visited such as natural scenery from the Mount Slamet hillside, waterfalls, Pancuran Telu, Pancuran Pitu, suspension bridges, Baturraden natural theater, and swimming pools. Based on statistical data, the Baturraden tourist attraction is ranked first with the most visitors.This research was conducted to determine the impact of the Baturraden tourist attraction on the social and cultural conditions of the people of Karangmangu Village as a tourism support village. The impacts were examined by observation, interviews, and literature study.The results of the study show that the Baturraden tourist attraction impacts the social condition that occur in society are increased quality of life, building of new communities, and the emergence of crime. Other impacts are in the form of cultural impacts such as tourist visits affecting the existence of local culture, the commercialization of cultural arts, and open behavior of the community towards tourists. Due to the positive and negative impacts that occurred in the Karangmangu Village community, social and cultural impact management strategy was formulated. The steps taken in community-based tourism impact management are determining the participation role of local communities involved, mapping the impact of tourism, making decisions on managing social and cultural impacts, making efforts to educate the community, monitoring and evaluation.