Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Net Zero Strategies in State Owned Energy Firms Pudjono, Alpha Nur Setyawan; Wibisono, Dermawan; Sulaeman, Dwi Rian; Asbah, Zuhwan; Bangun, Madju Yuni Ros; Purwadi, Agus; Halim, Didi Kurniadi; Putri, Aghnia Nadhira Aliya; Maulanda, Fadrian Dwiki; Sonia, Veren; Shihran, Reza Setiadi; Hibban, Laksamana Naufal; Anugia, Zakie; Priyanto, Rohmat
International Journal of Management, Entrepreneurship, Social Science and Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): January - June Volume
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijmesh.v8i2.2688

Abstract

This study investigated renewable energy strategies in Malaysia, Denmark, and Japan to derive actionable insights for Indonesia’s energy transition. The objective was to explore effective approaches for achieving net-zero emissions in state-owned energy enterprises within developing countries. A comparative analysis methodology was employed, incorporating benchmarking interviews with policymakers, industry experts, and regulators from the three countries, as well as the review of official energy strategy documents. Malaysia emphasized diversifying its energy mix through supportive policies and advancements in solar, hydro, and biomass technologies. Denmark achieved remarkable success through a liberalized energy market and robust regulatory support, particularly for wind power. Japan, shaped by its post-Fukushima context, focused on energy independence via investments in solar, wind, and geothermal technologies. The findings revealed that Indonesia could benefit from adopting a diversified energy portfolio, establishing stable policy frameworks, increasing investments in research and development, modernizing its power grid, and engaging local communities. This study concluded that aligning Indonesia’s energy policies with technological capabilities and regulatory environments is essential to achieving a sustainable energy transition and meeting net-zero targets.
Kelayakan Finansial PLTA Run-of-River dengan Integrasi Mekanisme Article 6: Studi Kasus PLTA Watunohu Asbah, Zuhwan; Assagaf, Aminullah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan finansial Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) run-of-river Watunohu melalui integrasi analisis hidrologi berbasis Flow Duration Curve (FDC), evaluasi indikatif optimasi debit desain, serta potensi pendapatan kredit karbon berdasarkan mekanisme Article 6 Perjanjian Paris. Pendekatan kuantitatif evaluatif digunakan dengan menginterpretasikan data hidrologi dan FDC dari studi kelayakan terdahulu, melakukan simulasi beberapa alternatif debit desain secara indikatif untuk menilai produksi energi tahunan dan capacity factor, serta mengevaluasi kelayakan finansial menggunakan indikator net present value (NPV), internal rate of return (IRR), profitability index (PI), dan payback period (PP). Debit desain final, parameter teknis, serta komponen CAPEX dan OPEX tetap mengacu pada studi kelayakan sebelumnya untuk menjaga konsistensi desain. Analisis dilakukan pada dua skenario, yaitu skenario dasar dan skenario dengan integrasi pendapatan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek PLTA Watunohu memenuhi kriteria kelayakan finansial pada skenario dasar dengan NPV sebesar Rp247,97 miliar, IRR 8,19%, dan PP 10,53 tahun. Integrasi mekanisme Article 6 meningkatkan kinerja finansial proyek dengan menaikkan NPV menjadi Rp261,79 miliar dan IRR menjadi 8,27%. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa biaya investasi dan nilai tukar merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelayakan finansial proyek, sedangkan variasi capacity factor memberikan dampak yang relatif terbatas.