Penyakit skabies merupakan penyakit kulit dimana penyakit ini termasuk ke dalam penyakit berbasis lingkungan. Penyakit skabies biasa terjadi pada kalangan anak-anak dan dewasa muda. Menurut World Health Organization (WHO) menetapkan skabies sebagai penyakit tropis yang terabaikan/neglected tropical disease (NTD) dengan pravalensi sebanyak lebih dari 289 juta orang. Menurut WHO pada tahun 2023 kejadian skabies berkisar dari 0,2% hingga 71% dimana sebesar 8%-15% diantaranya terjadi pada anak - anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Skabies Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak berusia 1-12 tahun yang berobat ke Puskesmas Melintang Tahun 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 119 responden, dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan erhadap meningkatnya kejadian skabies dengan p value 0,000, ada hubungan sanitasi lingkungan terhadap meningkatnya kejadian skabies dengan p value 0,000 dan ada hubungan personal Hygine terhadap meningkatnya kejadian skabies dengan p value 0,000 pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Saran dalam penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pengetahuan dan keterampilan bagi peneliti selanjutnya, acuan strategis bagi institusi kesehatan dalam pencegahan skabies, serta sumber referensi ilmiah bagi institusi pendidikan dalam mendukung pembelajaran dan penelitian di bidang kesehatan anak.