Stunting adalah masalah kesehatan pada balita di Indonesia, termasuk di Kecamatan Satui, dengan prevalensi tertinggi di Tanah Bumbu pada tahun 2023. Salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi sanitasi yang buruk, seperti akses air bersih yang tidak memadai dan pengelolaan limbah yang kurang baik. Sanitasi yang buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi, menghambat penyerapan nutrisi, dan memengaruhi pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Satui. Desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol perbandingan 1:1, dengan total sampel sebanyak 32 ibu balita yang dikelompokkan menjadi kelompok kasus (stunting) dan kelompok kontrol (tidak stunting). Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk menguji hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Hasil penelitian pada kasus stunting menunjukkan bahwa frekuensi lingkungan dengan sanitasi buruk sebesar 64,3%. Sementara itu, frekuensi kejadian stunting pada responden dengan sanitasi yang baik sebesar 38,9%. Analisis uji chi-square terhadap hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, wilayah kerja Puskesmas Satui, menunjukkan nilai p sebesar 0,154 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Masyarakat diharapkan terus menjaga kebersihan lingkungan dengan menggunakan tempat pembuangan limbah/kakus yang layak dan aman, meningkatkan akses terhadap air minum yang bersih, mengelola sampah dan limbah dengan baik, serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.