Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METANASI CO2 MENGGUNAKAN KATALIS NI/AL2O3 DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN ZN SEBAGAI PROMOTOR Reza Aditya, Ahmad; Junaidi , Robert; Ramayanti, Cindi
DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Science Vol 1 No 02 (2023): DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/defacto.v1i02.363

Abstract

Carbon Dioxide (CO2) is one of the biggest contributors to the greenhouse effect. One way to reduce carbon dioxide in the atmosphere is to convert carbon dioxide and use it in chemicals, for example by hydrogenating CO2 into methane. The aim of this research is to produce methane gas from carbon dioxide using Ni/ Al2O3 and Zn catalysts with temperature variations and to determine the effect of variations in the addition of Zn and temperature on CO2 methanation. The method used is in situ. In this research, CO2 is used as a raw material with a Ni/Al2O3 catalyst of 8 grams and Zn will be adjusted to variations of 3.5, 4, 4.5, 5 and 5.5. To analyze the Methane (CH4) gas produced, it will be analyzed using a Multi Gas Detector Analyzer. The research results show that the highest value of methane gas produced in situ was obtained in sample 15 with a temperature variation of 60 0C and a Zn catalyst mass of 5.5 grams, namely 13.56%.
Pembuatan Koagulan Alami dengan Proses Maserasi untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Robiah, Robiah; Pramito , Akbar Ismi Aziz; Junaidi , Robert
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses koagulasi–flokulasi merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengolahan limbah cair, namun penggunaan koagulan kimia berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, biji alpukat yang mengandung senyawa tanin diteliti sebagai alternatif koagulan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu maserasi terhadap kandungan tanin biji alpukat serta mengkaji pengaruh jumlah koagulan alami terhadap perubahan pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) pada limbah cair industri tahu. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 60, 72, dan 84 jam, kemudian diaplikasikan sebagai koagulan dengan variasi volume 3–6 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi diperoleh pada waktu maserasi 84 jam sebesar 6,373 mg/L. Penambahan koagulan alami berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan TSS, dengan kondisi optimum diperoleh pada penambahan koagulan 6 mL yang mampu menurunkan COD dan TSS masing-masing menjadi 221 mg/L dan 166 mg/L. Penurunan kekeruhan paling efektif diperoleh pada penambahan koagulan 3 mL dengan nilai kekeruhan sebesar 17,2 NTU, yang menunjukkan efektivitas koagulan alami biji alpukat dalam menurunkan kekeruhan limbah cair tahu dibandingkan kondisi awal. Nilai pH limbah mengalami peningkatan setelah proses koagulasi, namun belum memenuhi rentang baku mutu yang ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji alpukat berpotensi digunakan sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair industri tahu.