Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menghadapi Tantangan Zaman: Peran dan Strategi Pola Asuh Orang tua dalam Membentuk Karakter Anak di Era Digital Helma Winda
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of technology in the current digital era has caused the values ​​that are born, both positive and negative, to experience extraordinary shocks for humans. From this shock, the role of parents in educating their children has also changed in accordance with the development of the times. In the 80s, parents in educating their children must have experienced differences compared to the current digital era. Parenting patterns that initially only applied authoritarian, permissive, or democratic parenting patterns have experienced success in educating children. However, in the digital era, the three parenting patterns will not be successful if they do not synchronize according to the situation and conditions in terms of raising children. The method used in this study is a qualitative method in document studies. The intended document study is a study that searches for literature in accordance with study materials such as books, articles, the internet and so on. The results of this study show the importance of the active role of parents in directing their children's use of technology, as well as the need for a structured strategy to ensure that children grow up with strong and positive characters amidst the challenges of the digital era. Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat di era digital sekarang ini menyebabkan nilai-nilai yang dilahirkan, baik positif maupun negatif, ikut mengalami kejutan yang luar biasa bagi manusia. Dari kejutan tersebut, peran orang tua dalam mendidik anaknya ikut mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Di era 80-an, orang tua dalam mendidik anaknya pasti mengalami perbedaan dibandingkan dengan era digital saat ini. Pola asuh orang tua yang pada awalnya hanya menerapkan tipe pola asuh otoriter, permisif, atau demokratis, telah mengalami keberhasilan dalam mendidik anak. Namun, di era digital, ketiga pola asuh tersebut tidak akan berhasil jika tidak melakukan sinkronisasi sesuai dengan situasi dan kondisi dalam hal mengasuh anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dalam kajian dokumen. Kajian dokumen yang dimaksud adalah kajian yang mencari literatur sesuai dengan bahan kajian seperti buku, artikel, internet dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengarahkan penggunaan teknologi anak-anak mereka, serta perlunya strategi yang terstruktur untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat dan positif di tengah tantangan era digital.
Konstruksi Gender dalam Perspektif Islam: Studi pada Tradisi dan Praktik Sosial Helma Winda
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi gender dalam perspektif Islam merupakan kajian penting yang bertujuan untuk memahami bagaimana ajaran Islam membentuk peran dan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika tradisi dan praktik sosial yang sering kali menjadi refleksi dari interpretasi ajaran Islam tentang gender. Dalam konteks sejarah, nilai-nilai Islam secara ideal menegaskan keadilan dan kesetaraan gender. Namun, penerapan nilai-nilai tersebut kerap kali dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mendominasi masyarakat Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data lapangan untuk mengidentifikasi konstruksi gender dalam ajaran Islam serta penerapannya di berbagai tradisi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teks-teks suci dalam Islam mendukung keadilan gender, interpretasi yang bias gender sering kali menjadi penyebab terbatasnya peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, pengaruh globalisasi dan wacana modern tentang kesetaraan gender menimbulkan tantangan baru bagi umat Islam dalam memahami dan mengadaptasi ajaran agama dengan realitas sosial kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pemahaman tentang gender dalam Islam harus berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan yang inklusif dan humanis, tanpa mengesampingkan nilai-nilai utama dalam ajaran agama. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya masyarakat Muslim yang lebih adil, setara, dan harmonis. AbstractGender construction from an Islamic perspective is an important study that aims to understand how Islamic teachings shape the roles and relationships between men and women in society. This research explores the dynamics of traditions and social practices which often reflect the interpretation of Islamic teachings on gender. In a historical context, Islamic values ideally emphasize justice and gender equality. However, the application of these values is often influenced by the patriarchal culture that dominates Muslim society. This study uses a qualitative approach with literature study methods and field data analysis to identify gender construction in Islamic teachings and its application in various social traditions. The research results show that although sacred texts in Islam support gender justice, gender-biased interpretations are often the cause of the limited role of women in society. In addition, the influence of globalization and modern discourse on gender equality poses new challenges for Muslims in understanding and adapting religious teachings to contemporary social realities. This research concludes that the reconstruction of understanding of gender in Islam must be based on inclusive and humanist principles of justice, without ignoring the main values in religious teachings. It is hoped that this can contribute to the creation of a more just, equal and harmonious Muslim society.