Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rumah Gerakan Sadar Hukum: Filantropi Masyarakat Desa Margaluyu dalam Menangani Maraknya Kasus Human Trafficking Meutya Cahyani; Hayya Zafna Haefani; Ratu Salsabila; Firzha Aditya Gunawan; Zahra Khoiriyah
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 12 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i12.237

Abstract

Penelitian ini menganalisis inisiatif filantropi masyarakat Desa Margaluyu dalam menangani kasus human trafficking melalui program "Rumah Gerakan Sadar Hukum". Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran serta efektivitas program ini dalam meningkatkan kesadaran hukum dan mengurangi insiden perdagangan manusia di komunitas desa. Metodologi yang digunakan mencakup wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, survei masyarakat, serta analisis dokumen program dan data kasus human trafficking. Temuan menunjukkan bahwa "Rumah Gerakan Sadar Hukum" telah berhasil menyadarkan masyarakat tentang bahaya human trafficking dan hak-hak hukum mereka. Program ini melibatkan berbagai aktivitas seperti pelatihan hukum, kampanye informasi, dan penyuluhan langsung yang melibatkan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum. Hasilnya, terdapat peningkatan signifikan dalam pelaporan kasus dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan human trafficking. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan sumber daya dan kesulitan dalam menjangkau kelompok-kelompok marginal. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk memperluas jangkauan dan dampak program. Kesimpulannya, inisiatif filantropi berbasis masyarakat seperti "Rumah Gerakan Sadar Hukum" memiliki potensi besar dalam menangani masalah human trafficking melalui peningkatan kesadaran hukum dan penguatan kapasitas komunitas lokal. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi model-program serupa di daerah lain dan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memerangi human trafficking secara efektif.
Urgensi Reformasi Hukum Pidana Indonesia dalam Menjerat Pelaku Deepfake Pornografi Berbasis Artifical Intellegence Hayya Zafna Haefani; Asti SRI MULYANTI
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v3i3.1554

Abstract

Advances in Artificial Intelligence (AI) technology have had an impact in many sectors, including in the field of crime. One of the most alarming acts of abuse of artificial intelligence today is the creation and dissemination of pornographic deepfake content. Deepfake is an audio-visual content that in reality manipulates a person's face or body without their permission. This phenomenon interferes with the privacy of victims and has serious psychological and social impacts. However, the laws that regulate the criminal law system in Indonesia are still very minimal and do not have a specific article that regulates this crime, on the other hand, this creates a legal vacuum in criminal law enforcement. This article aims to examine the urgency of criminal law reform by using normative juridical methods with progressive steps that are responsive to the speed of technological development for artificial intelligence-based deepfake pornography crime cases. The results of the study show that there are still many material and formal aspects that must be changed or added in the "Laws and Regulations" in order to provide effective legal protection for victims and fair punishment to perpetrators.