Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Makna Cinta dan Syukur dari Lirik Lagu “Anugerah Terindah” Andmesh Rausyan Akbar; Nunik Hariyanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna cinta dan syukur dalam lirik lagu “Anugerah Terindah” yang dinyanyikan oleh Andmesh melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Lagu ini dipilih karena popularitasnya serta kandungan liriknya yang mendalam dalam menggambarkan perasaan cinta yang tulus dan rasa syukur atas anugerah kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Saussure, yang membedah hubungan antara penanda (signifier) berupa kata-kata dalam lirik dan petanda (signified) berupa makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini tidak hanya menyampaikan pesan emosional, tetapi juga refleksi spiritual yang kuat. Makna cinta dalam lagu ini digambarkan sebagai komitmen yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga diakui secara sosial melalui deklarasi terbuka. Sementara itu, rasa syukur ditunjukkan melalui penghargaan mendalam atas kehadiran pasangan yang dianggap sebagai anugerah terindah dalam kehidupan. Analisis semiotika Ferdinand de Saussure membantu mengungkap lapisan makna dalam lirik lagu ini, memberikan wawasan lebih dalam mengenai bagaimana musik dapat menjadi media komunikasi yang kuat dalam menyampaikan pesan emosional dan spiritual kepada pendengarnya.
Analisis Wacana Kritis Pada Akun Tiktok @Juliarimbaa Tentang Standar Kecantikan di Indonesia Marsyanda Jihan Nur Salma; Nunik Hariyanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2928

Abstract

Penelitian ini membahas representasi standar kecantikan di Indonesia melalui analisis wacana kritis pada konten TikTok akun @juliarimbaa menggunakan pendekatan Sara Mills. Standar kecantikan seperti kulit putih, tubuh langsing, dan wajah mulus masih mendominasi persepsi masyarakat, menyebabkan diskriminasi dan pembullyan di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan analisis konten video dari akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Julia Martinez, pemilik akun, menghadapi berbagai bentuk pembullyan namun berhasil membalikkan situasi menjadi edukasi dan motivasi. Dengan pendekatan Sara Mills, penelitian ini mengungkap dampak negatif standar kecantikan yang normatif dan pentingnya menciptakan perspektif baru tentang kecantikan. Julia memotivasi audiens untuk menerima diri sendiri dan menghargai orang lain tanpa membatasi pandangan pada standar fisik semata.
Analisis Semiotika Pola Asuh Orang Tua dalam Drama Korea “Crash Course in Romance” Azzahra Mardhatillah; Nunik Hariyanti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i2.7370

Abstract

Dalam masyarakat modern, pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak yang digambarkan dalam drama Korea "Crash Course in Romance" menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis tanda (signifier) dan makna (signified) yang terdapat dalam adegan drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif, yang terlalu berfokus pada pencapaian akademik, sering kali mengabaikan kebutuhan emosional anak dan berisiko menyebabkan tekanan psikologis. Sebaliknya, pola asuh demokratis yang menekankan empati dan komunikasi mendukung kesejahteraan anak secara holistik. Drama ini memberikan wawasan berharga tentang pentingnya pola asuh yang seimbang dan adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.