Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Potensi Sosial Ekonomi dan Budaya Desa Melalui Pendekatan Pemetaan Sosial dan Pemangku Kepentingan (Studi Kasus: Desa Pucung Kidul, Desa Sanggarahan, Desa Boyolangu, Desa Gandingan, Desa Tawangsari) Reni Sri Hapsari; Annisa Nurul Hakim; Ahmad Ibnu Riza
Jurnal Syntax Admiration Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v6i2.2105

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk peningkatan pengembangan masyarakat melalui sistem perencanaan yang didasari atas pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder), potensi penghidupan berkelanjutan, dan masalah sosial yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan target Sustainable Development Goals (SDGs). Data primer yaitu informasi dari responden terkait masalah, potensi, dan keterlibatan pemangku kepentingan, sedangkan data sekunder yang menjadi bahan dalam kajian yaitu informasi profil desa dan ekspos media masa tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mix method dimana pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang digunakan secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Desa Sanggarahan memiliki nilai lebih potensial, dengan aspek yang paling dominan yaitu sumber daya alam (4,01) memadai yang ditandai dengan banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan pembudidaya ikan. Aset modal infrastruktur (3,89) memadai yang di buktikan bahwa tidak adanya jalan putus ataupun kerusakan infrastruktur dalam kategori yang tidak bisa dimanfaatkan. Kemudian aset modal sosial (3,85) memadai yang dibuktikan dengan partisipasi masyarakat tinggi dan banyaknya peluang-peluang pengembangan wisata sejarah. Aset modal sumber daya manusia (3,26) cukup memadai yang ditandai dengan sebagian besar penduduk lulusan SMA/SMK pada saat tahun 90an. Aset modalĀ  finansial (3,19) cukup memadai, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya masyarakat yang kelaparan dan putus sekolah akibat kekurangan ekonomi.