Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Antagonistik untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi Kantor Jasa Penilai Publik (Kjpp) di Indonesia Duladi Duladi; Fenti Nurlaeli
Jurnal Syntax Admiration Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v6i2.2157

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk: 1) menganalisis pengaruh Kepemimpinan Antagonistik terhadap kinerja organisasi KJPP dan 2) merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan Kepemimpinan Antagonistik agar berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja organisasi KJPP. Untuk mengetahui peran Kepemimpinan Antagonistik dalam meningkatkan kinerja organisasi telah dilakukan penelitian pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan dengan teknik survey dan cross sectional melalui penyebaran kuesioner terhadap populasi 813 responden pada organisasi KJPP. Data yang didapatkan sejumlah 251 kuesioner dengan data yang layak diananlisis sebanyak 217 kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software IBM SPSS AMOS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kinerja Kepemimpinan Antagonistik signifikan berpengaruh negative terhadap kinerja organisasi KJPP. Untuk meningkatkan Kepemimpinan Antagonistik kepada organisasi, maka diperlukan mengurangi intensitas intervensi terhadap kinerja anak buah. Kinerja profesionalisme dan independensi yang kuat dan sesuai standar penilaian serta kode etik penilaian serta peraturan lainnya sebagai pedoman utama dalam menjalankan profesi penilaian guna meningkatkan kinerja KJPP. Kebaruan dan Implikasi bahwa untuk meningkatkan peran Kepemimpinan Antagonistik yang signifikan berpengaruh negative terhadap kinerja organisasi KJPP, maka diperlukan upaya mengurangi aspek kepemimpinan dengan kuat kehati-hatian, menurunkan peran otoriter, leader negative afektif presence, dan menurunkan peran intervensi Kepememimpinan Antagonistik, namun tetap meningkatkan concideration leadership, dan independensi dan obyektivitas kepada para penilai dalam proses penilaian yang patuh dengan SPI, KEPI dan regulasi yang ada.