Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Pemberian Buerger Allen Exercise dan Senam kaki Terhadap Sirkulasi Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Saleha Salihun
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas antara latihan Buerger Allen dan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang menerapkan desain pretest-posttest dengan dua kelompok yang dipasangkan. Sebanyak 32 pasien diabetes melitus tipe 2 terlibat, yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 16 pasien. Kelompok pertama mendapatkan perlakuan latihan Buerger Allen, sedangkan kelompok kedua menerima perlakuan senam kaki. Sebelum perlakuan, kedua kelompok akan menjalani pretest untuk menilai sirkulasi darah perifer dengan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI) pada minggu pertama. Posttest akan dilakukan pada minggu kedelapan setelah 24 kali perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan uji analisis Paired t-test, terdapat peningkatan nilai ABI dengan nilai p = 0,001. Selanjutnya, hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa latihan Buerger Allen memiliki selisih peningkatan sirkulasi darah perifer yang ditandai dengan peningkatan nilai ABI yang lebih tinggi dibandingkan dengan senam kaki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa latihan Buerger Allen lebih efektif dibandingkan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan penggunaan latihan Buerger Allen sebagai intervensi utama dalam program rehabilitasi untuk pasien diabetes melitus tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan sirkulasi darah.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KINESIO TAPING PADA PENERAPAN MASSAGE TERHADAP PENURUNAN AKTUALITAS NYERI PINGGANG BAWAH IBU HAMIL TRIMESTER III Saleha Salihun; Ririn Andasari; Siti Khadijah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pinggang bawah merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh ibu hamil, terutama saat memasuki kehamilan di trimester III. Pada kehamilan trimester III, seiring membesarnya uterus dan penambahan berat badan maka pusat gravitasi akan berpindah kearah depan. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelelahan pada tubuh Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain penelitian two group pre test – post test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Massage dan Kinesio Taping terhadap penurunan aktualotas nueri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling, maka diperoleh jumblah sampel 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I yaitu 8 orang yang diberikan intervensi Massage dan Kinesio Taping dan kelompok ke II yaitu 8 orang yang diberikan intervensi Massage. Hasil: Berdasarkan hasil uji paired sample t pada kelompok Massage dan Kinesio Taping dengan nilai p = 0,000. Sedangkan pada kelompok Massage dengan nilai p = 0,000. Kedua kelompok tersebut memberikan pengaruh terhadap penurunan aktualitas nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Berdasarkan hasil uji independen sample t, diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan Massage dan Kinesio Taping dan kelompok perlakuan Massage dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Massage dan Kinesio Taping lebih efektif dari Massage dalam penurunan aktualitas nyeri pada nyeri pinggang bawah ibu hamil trimester III.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Buerger Allen Exercise dan Senam kaki Terhadap Sirkulasi Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Saleha Salihun
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas antara latihan Buerger Allen dan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang menerapkan desain pretest-posttest dengan dua kelompok yang dipasangkan. Sebanyak 32 pasien diabetes melitus tipe 2 terlibat, yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 16 pasien. Kelompok pertama mendapatkan perlakuan latihan Buerger Allen, sedangkan kelompok kedua menerima perlakuan senam kaki. Sebelum perlakuan, kedua kelompok akan menjalani pretest untuk menilai sirkulasi darah perifer dengan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI) pada minggu pertama. Posttest akan dilakukan pada minggu kedelapan setelah 24 kali perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan uji analisis Paired t-test, terdapat peningkatan nilai ABI dengan nilai p = 0,001. Selanjutnya, hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa latihan Buerger Allen memiliki selisih peningkatan sirkulasi darah perifer yang ditandai dengan peningkatan nilai ABI yang lebih tinggi dibandingkan dengan senam kaki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa latihan Buerger Allen lebih efektif dibandingkan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan penggunaan latihan Buerger Allen sebagai intervensi utama dalam program rehabilitasi untuk pasien diabetes melitus tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan sirkulasi darah.