Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Tekanan Darah Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Rs Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Raisa Athaya Fais Zavitri; Nur Asiah; Irwandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2517

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan khusus, salah satunya melalui hemodialisis. Terapi ini membantu membuang zat sisa metabolik dan kelebihan cairan dalam tubuh, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi dan hipotensi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis serta meninjau prinsip ikhtiar dan tawakal dalam Islam terkait dengan pengobatan.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisa RS YARSI. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah prosedur hemodialisis untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan darah setelah menjalani hemodialisis. Namun, sebagian pasien tetap berada dalam kategori hipertensi tingkat I, yang menunjukkan perlunya pengelolaan tekanan darah lebih lanjut.   Hemodialisis efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi berat. Namun, pemantauan rutin, diet rendah garam, dan kepatuhan terhadap terapi antihipertensi tetap diperlukan untuk menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Selain itu, prinsip ikhtiar dan tawakal dalam Islam ditekankan sebagai bagian penting dalam menghadapi penyakit. 
Gambaran Tekanan Darah Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Rs Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Raisa Athaya Fais Zavitri; Nur Asiah; Irwandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2517

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan khusus, salah satunya melalui hemodialisis. Terapi ini membantu membuang zat sisa metabolik dan kelebihan cairan dalam tubuh, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi dan hipotensi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis serta meninjau prinsip ikhtiar dan tawakal dalam Islam terkait dengan pengobatan.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisa RS YARSI. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah prosedur hemodialisis untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan darah setelah menjalani hemodialisis. Namun, sebagian pasien tetap berada dalam kategori hipertensi tingkat I, yang menunjukkan perlunya pengelolaan tekanan darah lebih lanjut.   Hemodialisis efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi berat. Namun, pemantauan rutin, diet rendah garam, dan kepatuhan terhadap terapi antihipertensi tetap diperlukan untuk menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Selain itu, prinsip ikhtiar dan tawakal dalam Islam ditekankan sebagai bagian penting dalam menghadapi penyakit. 
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Indeks Massa Tubuh Pelajar SMK Negeri 44 Jakarta Nur Asiah; Sri Wuryanti; Tuty Herawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3861

Abstract

Meskipun sarapan menyediakan sumber energi dan zat-zat gizi yang penting bagi remaja, kebiasaan melewatkan sarapan mengalami peningkatan di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh pada remaja. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 381 pelajar SMK Negeri 44 Jakarta. Peserta dikategorikan berdasarkan frekuensi sarapan: setiap hari, kadang-kadang (4-6 kali/minggu), dan jarang/tidak pernah (1-3 kali/minggu). Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk menentukan indeks massa tubuh. Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,1% siswa tergolong obesitas, dengan 57,2% siswa memiliki status gizi normal. Sebanyak 15% siswa yang jarang atau tidak pernah sarapan memiliki IMT > 25 kg/m² (obesitas), sementara 49,7% siswa yang tidak pernah melewatkan sarapan memiliki indeks massa tubuh normal. Analisis statistik menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan pada remaja memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan indeks massa tubuh (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kecenderungan hubungan antara kebiasaan sarapan dan status gizi, faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan secara keseluruhan, dan metabolisme individu mungkin berperan lebih dominan dalam menentukan indeks massa tubuh pada populasi remaja.