Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sustainable Event Sebagai Solusi untuk AcaraYang Ramah Lingkungan Bramundita, Adinda Gadis Christi; Wempi, Chrisdina; Winata, Natalia Margaretta Hartono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu limbah yang tidak bisa dihindarkan oleh manusia. Pada malam tahun baru 2018 dan 2019, tercatat bahwa lingkungan DKI Jakarta mengumpulkan 1,017 ton sampah. Selain itu, pada acara Malam Muda Mudi yang diadakan pada saat ulang tahun Jakarta yang ke-486 mengumpulkan sampah sebanyak 650 ton. Hal ini membuktikan bahwa acara yang digelar secara masif dapat menghasilkan sampah dalam jumlah yang banyak juga. Terlepas dari sebuah acara atau event, sebagian orang sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta mulai menerapkan kehidupan secara berkelanjutan atau sustain yang disebut dengan gerakan green living. Gerakan green living diartikan sebagai hidup berwawasan lingkungan diikuti dengan peran hidup ramah lingkungan juga mulai dipahami secara tidak langsung oleh masyarakat luas. Maka dari itu, peneliti akan membuat sustainable event bernama “Growth Green" sebagai solusi bagi acara atau event agar dapat melaksanakan acara yang ramah lingkungan. Melalui pameran, sustainable event akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 April 2023 dan berlokasi di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pembentukan Makna Cinta melalui Film Puspa Indah Taman Hati 2023 Arshimny, Hatfina Izzati; Wempi, Chrisdina
Wardah Vol 27 No 1 (2026): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/wardah.v27i1.34707

Abstract

This research aims to explore the meaning-making of love within the film Puspa Indah Taman Hati (2023) from the perspective of Generation Z. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through Focus Group Discussions (FGD) with seven participants in Greater Jakarta and in-depth interviews with four film industry experts. The novelty of this research lies in the triangulation analysis that connects the industrial intervention in adapting a classic intellectual property with the meaning negotiation of modern audiences. The findings reveal that the film reconstructs classic romanticism by injecting contemporary egalitarian values. Textually, the visual narrative accentuates reciprocal relational validation. Crucially, the research demonstrates that Generation Z operates as active audiences who critically deconstruct the historical glorification of asymmetrical sacrifices. They reject toxic romanticism and redefine love as an egalitarian partnership upholding transparent communication and female autonomy. In conclusion, the discourse of love among young audiences has fundamentally shifted from tragic idealism toward a rational, mindful, and equitable affective relationship.