Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan Dari Buah Lerak Sebagai Implementasi Model Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Desi Rejeki; Nur Halimah; Dewi Puspa Arisandi; Moh Syahrul Munir
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i3.3132

Abstract

Limbah detergen merupakan persoalan lingkungan harus diprioritaskan. Limbah detergen memiliki dampak besar dalam mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.  Di limbah detergen terkandung surfaktan yang dapat mencemari air dan biota yang ada. Limbah busa yang dihasilkan deterjen disinyalir mengakibatkan mikroorganisme didalam air kekurangan asupan oksigen. Selain itu kemasan pada detergen rata-rata berbahan plastik sehingga menyumbang pencemaran lingkungan.  Ibu rumah tangga merupakan bagian dari masyarakat yang menghasilkan limbah deterjen setiap harinya. Sehingga peran ibu rumah tangga menjadi sangat penting untuk meminimalisir pencemaran limbah deterjen kimia. Pengabdian ini dinyatakan berhasil ditinjau dari aspek afektif dan kognitif, peserta pelatihan telah memahami cara membuat sabun alami dari buah lerak dan memahami bahaya pencemaran limbah deterjen kimia. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan ini maka metode yang digunakan adalah dengan memberikan kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah pemaparan materi yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pemaparan materi yang disampaikan , diterima dengan baik dan mampu menarik minat peserta untuk terlibat aktif dalam diskusi. Sehingga didapatkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dari buah lerak untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan yang diketahui dari perbandingan hasil kuesioner sebelum dan setelah penerimaan materi.
Pelatihan Drone Pertanian Untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Jember Dalam Mendukung Pertanian Presisi Wahyudi Fitriyanto; Sheilla Anandyta; Desi Rejeki; Luqi Khoiriyah; Dwi Virgonita; Novillia Aisyah; Anjakasi Ula; Rival Andika
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1880

Abstract

Penerapan teknologi pertanian presisi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian. Drone pertanian merupakan teknologi yang mulai banyak diadopsi untuk pemantauan tanaman, pemetaan lahan, dan aplikasi pupuk atau pestisida secara presisi. Namun, adopsi teknologi ini masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia yang terampil. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Jember membutuhkan pelatihan drone spraying untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan drone bagi mahasiswa sebagai salah satu praktek dalam kegiatan belajar mengajar mahasiswa. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, STIPER bekerjasama dengan perusahaan jasa drone spraying Dragos Jember melakukan kegiatan pengabdian berupa pelatihan drone spraying di kampus STIPER. Kegiatan pelatihan ini juga diikuti oleh siswa siswi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapeni (Yayasan Pendidikan Petani) yang masih satu naungan yayasan dengan STIPER. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Jember dalam pemanfaatan drone untuk aplikasi pertanian. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap utama, yaitu (1) penyampaian materi teoretis mengenai prinsip kerja drone, regulasi, dan aplikasinya di bidang pertanian; (2) pelatihan praktik terbang drone simulator dan drone riil di lahan kampus; serta (3) contoh pelatihan penyemprotan (spraying) ke lahan kampus. Dampak dari Pelatihan ini antara lain mahasiswa memahami mengenai teori teknis dalam menerbangkan drone, 90% peserta mampu mengoperasikan drone spraying dasar dengan praktek langsung, memahami konsentrasi pengisian cairan dalam tangki spray, dan pergantian baterai untuk lahan yang lebih luas. Kegiatan ini berhasil membekali mahasiswa dan peserta dengan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian 4.0 dan dapat menjadi modal untuk kegiatan penerjunan lapangan atau penelitian lebih lanjut.