Ica Yuniar Sari
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI Ica Yuniar Sari
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.11185

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus meningkat setiap tahun, mengingat wilayah kepulauan yang memerlukan manajemen dan pengembangan untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. Artikel ini membahas kompleksitas kegiatan konstruksi, dengan fokus pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai aspek kritis. Penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan kerja di sektor konstruksi. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa jenis kecelakaan yang sering dialami oleh pekerja konstruksi melibatkan tertimpa benda, tertumbuk, terjepit, gerakan melebihi kemampuan, suhu tinggi, terkena arus listrik, dan kontak dengan bahan berbahaya. Penyebab utama kecelakaan termasuk bekerja dalam kondisi tidak sehat, perbuatan pekerja yang berisiko, keengganan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan kurangnya pengetahuan K3.Metode pencegahan kecelakaan termasuk pemeriksaan kesehatan, pelatihan K3, penggunaan APD, isolasi operasi berbahaya, dan pengaturan ventilasi. Pembahasan menyoroti faktor yang memengaruhi keputusan pekerja untuk tidak menggunakan APD, seperti tekanan fisik, kurangnya penjelasan risiko pekerjaan, dan kurangnya perencanaan keselamatan kerja. Pelatihan dan penggunaan APD terbukti berpengaruh negatif terhadap kecelakaan, sementara kesehatan pekerja juga memainkan peran penting. Kesimpulan menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan K3, implementasi sistem manajemen K3, dan perhatian terhadap faktor kesehatan, pelatihan, dan penggunaan APD. Rekomendasi termasuk perhatian lebih besar terhadap faktor-faktor tersebut, peningkatan program K3, dan sosialisasi yang lebih efektif di perusahaan konstruksi.