Sutriana, Vivi Ninda
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan pemberian MPASI dini pada bayi 0-6 bulan di wilayah pedesaan: studi kasus di kabupaten Tuban Jawa Timur Vivi Ninda Sutriana
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.934 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37718

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemberian MP-ASI dini di wilayah pedesaan di Kabupaten Tuban, sehingga dapat disusun kebijakan dan langkah-langkah antisipasi mencegah terjadinya pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan yang diharapkan dapat menurunkan dampak buruk akibat pemberian MP-ASI dini dan angka morbiditas bayi, serta meningkatkan cakupan ASI Eksklusif. Metode: Review dari literatur jurnal dan laporan dari instansi kesehatan pemerintah yang terkait serta berdasarakan hasil pengamatan dijadikan referensi atau acuan pada penulisan abstrak ini. Hasil: Diwilayah pedesaan di kabupaten Tuban pemberian MP-ASI dini pada bayi usia kurang dari 6 bulan masih cukup banyak dilakukan, namun temuan tersebut masih berdasarkan pengamatan. Dan pada daerah yang sama juga ditemukan adanya budaya yang memicu pemberian MP-ASI dini yaitu dikarenakan pengaruh dari orang tua yang masih meyakini bahwa pertumbuhan atau berat bayi tidak bertambah jika bayi tidak di berikan pisang dan bubur diusia < 6 bulan. Dan adanya budaya patriarki dimana keputusan seorang Ibu harus mengikuti suaminya termasuk dalam memberikan perawatan pada bayinya. Dan berdasarkan hasil wawancara saat obersvasi singkat, beberapa ibu bayi menyatakan belum memahami dengan benar terkait pemberian ASI Eksklusif. Rekomendasi: Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan perlu ditingkatkan edukasi oleh tenaga kesehatan setempat secara komprehensif tentang pemberian ASI Eksklusif  tidak hanya pada ibu bayi tetapi untuk seluruh anggota keluarga bayi  dikarenakan pemberian ASI pada bayi tidak hanya tanggung jawab ibu dari bayi itu sendiri, melaikan tanggung jawab ayah beserta keluarganya.