Abstract This research is to find out (1) species of medicinal plants found in the Bukit Kangin Forest, Tenganan Pegringsingan Traditional Village and which are still used by the surrounding community, (2) plant organs that can be used as medicinal ingredients used by the community and based on Lontar Usadha Taru Pramana, (3) implementation to the younger generation of medicinal plants in the Bukit Kangin Forest. The sample in this research involve two aspects, first is the ecosystem aspect and the second is sociosystem aspect. Samples from the ecosystem aspect are all species of medicinal plants in the Bukit Kangin Forest, which are covered by a square of size 10 x 10m, with a total square are 65. The samples in terms of sociosystem aspects include community leaders, official village administrators, adat, balian usada, penglingsir, the general public, especially the younger generation in Tenganan Pengringsingan Village. The results showed (1) medicinal plant species consisted of 24 species with a total of 728 individuals belonging to 19 families, (2) plant parts used as medicine consisted of roots (29.16%), stems (4.17%) ), leaves (16.67%), flowers (8.33%), and fruit (29.16%), (3) Implementation of Usadha Taru Pramana's Lontar towards the younger generation based on knowledge parameters 55.42%, attitude 70.44%, and implementation 66.66%. Keywords: Bukit Kangin Forest, Medical Plants, Implementation Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) spesies tumbuhan obat yang terdapat di Hutan Bukit Kangin, Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, (2) organ tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan obat yang digunakan oleh masyarakat dan berbasis Lontar Usadha Taru Pramana, (3) implementasi ke generasi muda mengenai tumbuhan obat yang terdapat di Hutan Bukit Kangin. Sampel dalam penelitian ini menyangkut dua aspek, pertama aspek ekosistem (biotik) dan yang kedua aspek sosiosistem (budaya). Sampel aspek ekosistem adalah seluruh spesies tumbuhan obat yang ada di Hutan Bukit Kangin, yang terkover oleh kuadrat ukuran 10 x 10 m, dengan jumlah kuadrat sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari segi aspek sosiosistem yaitu tokoh masyarakat, pengurus desa dinas, adat, balian usada, penglingsir, generasi muda yang ada di Desa Tenganan Pengringsingan. Hasil penelitian menunjukkan (1) spesies tumbuhan berkhasiat obat terdiri dari 24 spesies dengan total individun 728 yang termasuk ke dalam 19 famili, (2) bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat terdiri dari akar (29,16%), batang (4,17%), daun (16,67%), bunga (8,33%), dan buah (29,16%). Bagian yang paling banyak digunakan masyarakat di Desa Adat Tenganan Pegringsingan adalah akar dan buah, (3) Implementasi mengenai Lontar Usadha Taru Pramana terhadapt generasi muda berdasarkan parameter pengetahuan 55,42%, sikap 70,44 %, dan implementasi 66,66%. Kata-Kata Kunci : Hutan Bukit Kangin, Tumbuhan Obat, Implementasi