Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Efikasi dan Pemantauan Reaksi Obat Merugikan dari Antiplatelet pada Pasien Pasca Stroke Iskemik di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung: Efficacy Study and Monitoring of Adverse Drug Reactions of Antiplatelet Therapy in Post-Ischemic Stroke Patients at dr. Hasan Sadikin General Hospital Raden Retno Ariani; Lia Amalia; Suryani Gunadharma; Kusnandar Anggadiredja
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1944

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi. Resiko kejadian stroke ulang meningkat pada pasien yang telah mengalami stroke sebelumnya. Terapi antiplatelet dapat mencegah terjadinya stroke ulang pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberhasilan terapi pencegahan stroke ulang pada pasien stroke iskemik yang menerima terapi antiplatelet dan mengidentifikasi reaksi obat merugikan yang terjadi selama penggunaan obat tersebut. Penelitian menggunakan metode kohort prospektif dengan pembanding internal dengan pengambilan sampel secara non- probability menggunakan teknik consecutive sampling dan diperoleh 45 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 3 bulan setelah penggunaan antiplatelet, stroke ulang hanya terjadi pada 1 orang (5%) yang menggunakan terapi asetosal dan 8 orang (40%) pada pasien yang mengalami putus obat antiplatelet sebelum 3 bulan. Selama penggunaan asetosal terjadi beberapa reaksi obat merugikan seperti nyeri ulu hati (13,95%), mual (6,98%), ekimosis (4,65%), dan berkurangnya turgor kulit (2,36%). Terdapat perbedaan bermakna untuk kejadian stroke ulang (p<0.05) antara kelompok pengguna asetosal dengan kelompok yang mengalami putus obat selama 3 bulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan asetosal efektif mencegah stroke ulang selama tiga bulan penelitian berdasarkan angka kejadian stroke ulang. Reaksi Obat merugikan yang terjadi hanya 26,83% berupa nyeri ulu hati, mual, dehidrasi dan ekimosis.
UJI IN VITRO AKTIVITAS ANTIAGGREGASI PLATELET EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS, L. )DENGAN METODE BORN Ariani, Raden Retno
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1416

Abstract

Buah cabai rawit  dikenal dengan nama latin Capsicum frutescens .L, kaya akan manfaat dan banyak dihasilkan di Indonesia. Hasil penelitian metanalisis terdahulu salah satu manfaat dari buah cabai rawit adalah kemampuannya dalam menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular. Antiaggregasi platelet merupakan salah satu golongan obat yang umum digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien dengan faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antiaggregasi platelet pada ekstrak etanol buah cabai rawit dalam mencegah kejadian penyakit kardiovaskular serta menentukan konsentrasi hambat 50% (IC50) dari ekstrak tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Born, yang menerapkan prinsip turbidimetri dengan menggunakan Plasma Rich Platelet (PRP) manusia dengan pembanding asetosal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antiaggregasi platelet secara in vitro dengan IC50 sebesar 5147,92 µg/mL dan asetosal sebesar 517,02 µg/mL. Untuk mencapai konsentrasi hambat yang setara dengan asetosal, ekstrak etanol buah cabai rawit memerlukan konsentrasi yang jauh lebih tinggi.