Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI SUMBU PADA HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY: PENGARUH VARIASI SUMBU PADA HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY Winda P , Irencian; Mulianda, Pratiwi; Sriwulantari, Veronika; Adi S , Satria
Atech-i Vol. 2 No. 1 (2024): Tahun 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v2i1.31

Abstract

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah menggunakan nutrisi sebagai sumber makanan tanaman dengan media tanam sebagai penopang. Salah satu metode sederhana dan populer adalah sistem sumbu (wick system), yang cocok untuk pemula. Nutrisi disalurkan melalui sumbu menggunakan gaya kapiler secara pasif, dapat berfungsi dengan baik tanpa pompa air. Tujuan penelitian ini meliputi pembuatan instalasi hidroponik sistem sumbu, mengetahui daya kapilaritas variasi sumbu, dan mengamati variasi sumbu terhadap pertumbuhan pakcoy. Metode Pelaksanaan meliputi perancangan hidroponik sistem sumbu, penyiapan media tanam, penyemaian, pembuatan larutan nutrisi AB MIX, pindah tanam, dan pemeliharaan. Pengamatan mencakup daya serap air pada variasi sumbu, tinggi tanaman, jumlah daun, pH, dan EC. Tiga variasi sumbu diuji, yaitu kain flanel dan kain perca dengan lebar 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Hasil menunjukkan kain flanel lebih baik dibandingkan kain perca. Variasi terbaik untuk tinggi tanaman adalah kain flanel 3 cm dengan tinggi 26 cm, untuk jumlah daun adalah kain flanel 1 cm dengan jumlah 17,5 helai, dan berat tanaman adalah flanel 2 cm dengan berat 405,5 gram. Kesimpulannya, kain flanel lebih efektif sebagai sumbu pada hidroponik sistem sumbu (wick system).
Pemanfaatan Eco Enzyme dalam Proses Biodrying Limbah Gambir (Uncaria Gambir Roxb) pada Kelompok Tani Bunga Gambir di Kecamatan Mungka Rivo Yulse Viza; Sriwulantari, Veronika; Fambari, Rovel Lando
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i4.6802

Abstract

Mungka District in Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra, is one of the main centers of gambier production that generates a large amount of solid waste from the leaf pressing process. This waste had previously been unmanaged and posed an environmental pollution risk. This community service program aimed to implement bio drying technology based on eco enzym as an environmentally friendly solution to convert gambier pressing waste into value-added organic compost. The program was carried out collaboratively with the Bunga Gambir Farmers Group through training, demonstration, and field mentoring. The partners successfully produced eco enzym from household organic materials and applied it in the bio drying process. The activity resulted in a reduction of waste volume and moisture content by up to 70%, a color change to dark brown, odor reduction, and the formation of semi-mature compost with crumbly texture and no unpleasant odor. The compost product is currently being matured and evaluated for quality before field application. This program improved the knowledge, technical skills, and awareness of the farmers in sustainable waste management and established a practical model for eco enzym–based gambier waste processing that can be replicated in other rural communities.