This Author published in this journals
All Journal LOKABASA
Adawiyah, Lia Robi’ah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Simbolis terhadap Tradisi Nelesan di Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis Adawiyah, Lia Robi’ah
LOKABASA Vol 15, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i2.80304

Abstract

Tradisi nelesan masih dilaksanakan di Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Walaupun demikian, tradisi ini kurang dipahami oleh sebagian masyarakat, oleh sebab itu perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat secara luas. Itulah sebabnya penelitian ini dilakukan dengan menitikberatkan pada kajian simbolik yang ada dalam tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu deskriptif analitis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan secara  triangulasi, yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah para sesepuh atau juru kunci Nagarapageuh, kuwu Nagarapageuh, masyarakat sekitar, dan para ahli budaya yang mengetahui tradisi nelesan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tiga dimensi simbolik yang sesuai dengan teori Turner, yaitu: (1) etnografi; (2) eksegesis; dan (3) eksplanasi. Dari ketiga dimensi simbolik tersebut, terdapat dimensi dominan dalam tradisi nelesan yaitu diménsi eksplanasi yang berjumlah empat puluh. Simbol-simbol tersebut di antaranya situs karomah Pasaréan Pangeran Undakan Kalangan Sari, tradisi nelesan, kemenyan, sesaji, pusaka yang dibasuh, kupat salam, dan kupat tangtang angin.The nelesan tradition is still practiced in the village of Nagarapageuh, Panawangan District, Ciamis Regency. However, this tradition is not well understood by some members of the community, which is why it is important to reintroduce it to a wider audience. This research was conducted with a focus on the symbolic study within the tradition. The method used in this study is descriptive-analytical, employing a qualitative approach. Data collection was carried out through triangulation techniques, namely observation, interviews, and documentation. The sources of data in this research include the elders or custodians of Nagarapageuh, the village head of Nagarapageuh, local residents, and cultural experts familiar with the nelesan tradition. Based on the analysis, three symbolic dimensions were identified in accordance with Turner's theory: (1) ethnography; (2) exegesis; and (3) explanation. Among these three symbolic dimensions, the dominant dimension in the nelesan tradition is the explanation dimension, which consists of forty symbols. These symbols include the sacred site of Pasaréan Pangeran Undakan Kalangan Sari, the nelesan tradition itself, incense, offerings, washed heirlooms, kupat salam, and kupat tangtang angin.