Human resource is believed to be the most instrumental factor for any organization to attain its objective and to succeed. Job satisfaction is the emotional condition of employees acquired after observing their work result, either satisfied or unsatisfied. Such feeling of satisfaction perceived by employees or individuals within an organization brings positive impact to themselves. The objective of this research is to identify the effect of education level and job stress on job satisfaction. The variables of this quantitative explanatory research are education level, job stress, and job satisfaction. From the population of employees of BMT UGT Nusantara of Malang City, 128 were selected as the sample. The data was harvested via questionnaires and was analyzed using multiple linear regression. This study finds that education level has an insignificant negative effect on job satisfaction, that job stress positively and significantly influences job satisfaction, and that education level and job stress have a simultaneous and significant effect on job satisfaction. Abstrak Sumber daya manusia dikatakan menjadi kunci terpenting dalam organisasi mencapai sebuah tujuan dan mendapatkan keberhasilan. Kepuasan kerja sebagai suatu kondisi emosional karyawan yang merasa senang atau tidak senang dalam melihat pekerjaannya. Ketika kepuasan kerja telah dirasakan oleh karyawan atau individu dalam organisasi akan memberikan dampak yang positif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan kuantitaif. Variabel penilitian ini terdiri dari tingkat pendidikan, stres kerja, kepuasan karyawan. Populasi penelitian ini adalah karyawan di BMT UGT Nusantara Malang. Sampel dari penelitian ini adalah 128 orang dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan, stres kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan, tingkat pendidikan dan stres kerja terhadap kepuasan karyawan berpengaruh signifikan secara bersama-sama.